Suara.com - Gelaran Miss Universe Indonesia menuai kontroversi belakangan ini. Hal ini, lantaran kontes ajang kecantikan itu dinilai mencederai norma, karena meminta peserta untuk berfoto tanpa busana alias bugil saat melakukan body checking.
Kekinian, para peserta Miss Universe pun menggugat penyelenggara PT Capella Swastika Karya (CSK) ke kepolisian atas perlakuan tidak senonoh itu.
Terlepas dari hal itu, PT Capella Swastika Karya dimiliki oleh model dan penyanyi Poppy Capella. Dirinya mendapatkan hak penyelenggaraan Miss Universe sejak tahun ini.
Dalam kesempatan konferensi pers, Poppy kala itu menyaring ratusan wanita untuk bersaing dalam Miss Universe. Proses penyaringan audisi ini dilakukan di kota-kota besar seperti Jawa Timur, Jawa Barat, dan Bali.
"Kami mencari sosok wanita yang percaya diri, memiliki atitude yang baik, dan cantik yang bisa menerangkan Indonesia ke seluruh dunia," ujar Poppy Beberapa waktu lalu.
Poppy Capella melanjutkan, pemenang Miss Universe Indonesia akan mendapatkan sejumlah hadiah berupa uang senilai Rp 2 miliar.
Selain itu, pemenang juga akan mendapat biaya untik menjadi perwakilan Indonesia dalam Miss Universe di El Savador, Amerika Serikat akhir tahun 2023.
"Dan pemenang Miss Universe Indonesia akan mendapatkan hadiah Rp 2 miliar, serta pembiayaan untuk mengikuti Miss Universe 2023," imbuh dia.
Klarikasi Poppy Capella
Baca Juga: APL Mulai Lakukan Sustainbility di Lini Bisnis
Poppy Capella melalui akun resmi Miss Universe Indonesia memberikan pernyataan klarifikasi atas tuduhan yang diberikan. Dalam unggahan tersebut, Poppy Capella menuliskan kalau terkait persyaratan tinggi dan pedoman terhadap peserta.
"Sebagai National Director Miss Universe Indonesia, saya ingin membicarakan perubahan signifikan dalam pedoman kompetisi tahun ini karena Direktur Provinsi kami telah melakukan kompetisi di tahap sebelumnya, dan memilih beberapa pemenang yang tidak memenuhi persyaratan ketinggian minimum sebelumnya," pernyataan Poppy Capella dalam unggahan Instagram Miss Universe Indonesia 2023, Senin (7/8/2023).
Ia menjelaskan kalau acara telah dilaksanakan dengan baik. Oleh sebab itu, akan tidak adil jika pemenang harus didiskualifikasi hanya karena berdasarkan tidak memenuhi kriteria yang menurutnya tidak begitu penting.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Kepulangan Jenazah Praka Farizal dari Lebanon ke Kulon Progo Diestimasikan Tiba Jumat Lusa
-
Update Tarif Listrik per kWh April 2026, Apakah Ada Kenaikan Harga?
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
Terkini
-
Sektor Swasta Ini Diharamkan untuk Ikut WFH oleh Pemerintah
-
Sah! Ini SE Aturan Swasta Terapkan WFH Bagi Karyawannya
-
Manfaatkan CNG, PGN Perkuat Ketahanan Energi Nasional di Arus Mudik
-
IHSG Melonjak 1,45% di Sesi 1, 502 Saham Meroket
-
Telkom AI Center Makassar Jadi Motor Baru Inovasi Digital di Indonesia Timur
-
Ekonomi Pulih Lebih Lamban Meskipun Blokade Selat Hormuz Dibuka
-
Cetak Kinerja Solid, EBITDA PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Naik 156% Sepanjang 2025
-
Bursa Saham Asia Kompak di Zona Hijau saat AS Klaim Serang Militer Iran
-
Usai Pengumuman Pembatasan BBM, Harga Bumbu Dapur Hari Ini Naik
-
Pangkas Anggaran Besar-Besaran, Pemerintah Tetap Salurkan Bansos ke 22 Juta Keluarga