Suara.com - Beberapa tahun belakangan, nama Paulus Tannos telah menjadi topik hangat di berbagai kalangan. Hal ini dikarenakan statusnya sebagai buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi. Namun, siapa sebenarnya Paulus Tannos? Untuk lebih rinci, mari kita simak profil dan perjalanan hidup Paulus Tannos berikut ini.
Paulus Tannos telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait pengadaan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP). Saat ini, Paulus menjadi buronan KPK. Bahkan, ia juga telah mengganti namanya menjadi Thian Po Tjhin.
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai sosok Paulus Tannos, berikut ini adalah gambaran mengenai perjalanan hidupnya yang dirangkum dari berbagai sumber.
Perjalanan Hidup Paulus Tannos
Paulus Tannos pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, meskipun pada akhirnya ia berhenti dari posisi tersebut. Tannos juga diketahui telah mengubah kewarganegaraannya menjadi warga negara Afrika Selatan.
Pada Agustus 2019, Paulus Tannos terlibat dalam skandal korupsi terkait pengadaan e-KTP. Ia bersama tiga orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus korupsi ini. Setelah itu, Tannos kabur ke luar negeri dan menjadi buronan KPK.
Terakhir kali Paulus Tannos dipanggil oleh KPK adalah pada 24 September 2021. Pada saat itu, ia resmi dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara hingga lebih dari Rp 2 triliun.
Kemudian, pada Agustus 2022, Paulus Tannos masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) oleh KPK. Pasalnya, sejak ia ditetapkan sebagai tersangka, Tannos tidak lagi terlihat di Indonesia.
Untuk menghindari penangkapan oleh KPK, Paulus Tannos tidak hanya kabur ke luar negeri, tetapi juga diduga telah mengubah identitasnya. Ini membuat sulit untuk melacak keberadaannya di luar negeri.
Selain mengubah identitas, Paulus juga disebut telah mendapatkan paspor baru yang terdeteksi berada di Thailand. Upaya KPK untuk menemukan Paulus di Thailand pada awal tahun ini tidak berhasil.
Ketidakmampuan menangkap Paulus Tannos ini memicu kecurigaan KPK bahwa ada pihak yang ikut terlibat dalam menghalangi penyelidikan terhadapnya. Hal ini tampak dari kemudahan Paulus dalam mengganti identitas dan kewarganegaraan.
KPK menduga bahwa ada pihak yang membantu Paulus dalam mengubah identitas dan kewarganegaraannya. Kecurigaan semakin kuat karena seharusnya pergantian identitas dan kewarganegaraan tidak bisa dilakukan saat Paulus berada di luar negeri.
Oleh karena itu, KPK menegaskan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terlibat dalam menghalangi proses penyelidikan dan membantu pelarian Paulus, termasuk membantu dalam perubahan identitasnya.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
Cara Kotor Den Yealta, Eks Kepala BP FTZ Tanjungpinang Diduga Terima Fulus Rp 4,4 M Dari Distibutor Rokok
-
WASPADA! Penipu Ngaku Staf Ketua KPK Telepon Kepala Daerah Minta Sumbangan
-
Kepala Daerah di Lampung Dimintai Uang oleh Staf Ketua KPK, Benarkah?
-
Jejak Pelarian Kirana Kotama, Buron KPK Kini Berstatus Permanent Resident Negara Lain
-
Diduga Habiskan Rp 22,5 Miliar, KPK Akan Buktikan Uang Lukas Enembe Berjudi di Singapura dari Hasil Korupsi
Terpopuler
- 63 Kode Redeem FF Terbaru 21 Januari: Ada Groza Yuji Itadori, MP40, dan Item Jujutsu
- 5 Motor Bekas 6 Jutaan Cocok untuk Touring dan Kuat Nanjak, Ada Vixion!
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Toyota Vios Bekas Tahun Muda Pajaknya Berapa? Simak Juga Harga dan Spesifikasi Umumnya
- Mobil 7 Seater dengan Harga Mirip Mitsubishi Destinator, Mana yang Paling Bertenaga?
Pilihan
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
-
5 Rekomendasi HP Rp1 Jutaan RAM 8 GB Terbaik Januari 2026, Handal untuk Gaming dan Multitasking
-
Harda Kiswaya Jadi Saksi di Sidang Perkara Dana Hibah Pariwisata
-
Aksi Jual Asing Marak, Saham BBCA Sudah 'Diskon' Hampir 10 Persen
Terkini
-
Jelang Ramadan, Bulog Jamin Harga Beras, Minyak, dan Gula Tak Tembus HET
-
Waspada Scam Makin Marak, Ini Modus Phishing dan Cara Lindungi Saldo Digital
-
Bulog Mau Bangun 100 Gudang
-
Gegara MSCI, IHSG Masih Memerah ke Level 8.900
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Bahlil Pamer Capaian ESDM di Tahun 2025
-
Purbaya Gandeng BUMN Tarik Pajak Transaksi Luar Negeri, Incar Rp 84 M per Tahun
-
Investor RI Kini Bisa Short Option Saham AS
-
Izin Dicabut Prabowo, Tambang Emas Astra di Martabe Akan Beroperasi Lagi?
-
Rupiah Berhasil Tundukan Dolar AS Hari, Tembus Level Rp 16.820/USD