Suara.com - “Kepercayaan terhadap bank adalah faktor utama saya memilih untuk mengajukan pinjaman modal mengembangkan usaha pada 2016 silam,” ungkap Parjiyem, sosok di balik Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Sinar Sawah.
Parjiyem, begitu nama Perempuan asal Sidoagung, Godean, Sleman, DIY, tersebut karib disapa. Dia merupakan satu dari sekian pelaku UMKM yang merasakan buah manis dari kepercayaan yang mereka sematkan kepada perbankan.
Usahanya memang tidak semulus jalan tol. Jatuh bangun serta jungkir balik, Parjiyem mengembangkan usaha warisan dari sang nenek. Nggak cuma itu, Parjiyem pun sempat merasakan pahitnya jeratan setan kredit dari rentenir keliling yang gentayangan menjajakan ‘dagangan’ mereka.
Tak pelak, kepahitan tersebut membuat tingkat kepercayaannya terhadap bank ambruk seketika. Parjiyem bahkan mengakui, untuk menyimpan uang di bank saja kerapkali ia ragu. Apalagi, untuk mengajukan pinjaman.
“Khawatir, mas. Terus terang, karena pendidikan rendah, jadi waktu itu takut untuk berurusan dengan bank. Tidak hanya saya, tapi juga banyak teman-teman saya,” ungkap Parjiyem saat ditemui Redaksi Suara.com pada Jumat 16 Juni 2023 lalu.
Sementara Parjiyem bimbang datang ke bank, mata rentenir mendelik dari bilik meja mereka. Menantikan saat yang tepat untuk menerkam, Parjiyem dan belasan pengusaha kecil lainnya agar mau menjaminkan aset mereka sebagai agunan pinjaman dengan embel-embel cair secepat kilat.
"Bunganya tinggi, mereka selalu menawarkan 'modal' ke kami," imbuh dia.
Peran LPS
Parjiyem adalah bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap bank atau lembaga negara yang menjamin uang mereka adalah hal yang sulit tergapai, tanpa program yang merata dan tepat sasaran.
Baca Juga: Ada UMKM Produksi Susu Berasal dari Ikan, Gimana Rasanya?
Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya keberadaan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang dikukuhkan melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2004 tentang LPS.
Jika ada yang bilang bahwa tugas LPS sangat menjemukan, mereka adalah kaum yang belum pernah mengalami kehilangan aset atau bahkan nyawa orang tersayang karena tersandung masalah keuangan.
Sementara, dengan adanya LPS, kasus berat seperti bank gagal sekalipun, bisa ditangani melalui penyelesaian yang dirumuskan secara tepat sehingga tidak berdampak signifikan secara sistemik.
Ibarat kata, LPS adalah ahli forensik dengan insting mengintai misteri tersembunyi dari jenazah yang membisu. Melalui otopsi, kebenaran terkuak dari sunyi.
Jenazah itu diibaratkan sebagai bank gagal, yang terbujur kaku dan tidak mungkin bangkit lagi. Sementara, di luar sana, jutaan kepala menunggu hasil analisis dari sang ahli forensik demi titik terang uang yang mereka simpan.
“Peran LPS itu ibarat mengotopsi jenazah. Kita membedah, kita mencari penyakit, dan kita menyarankan obatnya. Dari situ, kita laporkan ke Otoritas Jasa Keuangan. Seperti itulah koordinasi antara LPS dan OJK,” ujar Sekretaris Lembaga LPS, Dimas Yuliharto, dalam media workshop di Yogyakarta, 4 Agustus 2023 kemarin.
Berita Terkait
-
Terbukti Disukai Pelanggan, Tokopedia Umumkan 13 Kuliner Lokal Terbaik
-
Uniqlo Targetkan 80 Persen Produk Dibuat di Indonesia
-
IEC Jadi Ajang Pencarian UMKM Bisa Unjuk Gigi di Kancah Global
-
Tingkatkan Perekonomian Keluarga, Program Ini Siap Berdayakan Ribuan UMKM Perempuan
-
Ada UMKM Produksi Susu Berasal dari Ikan, Gimana Rasanya?
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bank Mandiri Jalankan 1.174 Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Sepanjang 2025
-
Klasterku Hidupku BRI Jadi Penggerak UMKM Panaba Banyuwangi
-
Danantara Segera Mulai Pembangunan Pabrik Bioetanol di Banyuwangi
-
Kementerian PU Angkut 698 Ton Sampah dari Aceh
-
BRI Dorong UMKM Batam Lewat MoU Investasi dan Digitalisasi Qlola
-
IHSG Menguat Lagi, Purbaya: Pasar Mulai Terima Thomas Djiwandono
-
Profil Shinhan Sekuritas, Digeledah Polisi Imbas Dugaan Saham Gorengan
-
Merger Trio Anak Usaha Pertamina Dikebut
-
Diminta Bereskan Saham Gorengan, Purbaya: Jangan Biarkan Investor Ritel Rugi
-
Purbaya: Saya Tak Bisa Kendalikan Saham, Tapi Pastikan Ekonomi Naik Cepat