Suara.com - Demi pembangunan Waduk Karian di setidaknya ada empat daftar kampung yang akan ditenggelamkan. Tujuan penenggelaman ini dikabarkan karena keberadaannya yang berada di bawah permukaan air waduk
Daftar Kampung Terdampak Waduk Karian
Empat kampung yang akan tenggelam akibat pembangunan Waduk Karian adalah Kampung Cikarawang, Kampung Cikarawang Baru, Kampung Cikarawang Lama, dan Kampung Cikarawang Tengah.
Keempat kampung ini berada di Desa Bungur Mekar, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak. Jumlah penduduk yang terdampak mencapai 1.200 jiwa dari 300 kepala keluarga.
Keempat kampung ini memiliki sejarah panjang dan budaya yang khas. Mereka hidup dari bertani, berkebun, beternak, dan berdagang. Mereka juga memiliki tradisi adat dan agama yang kuat, seperti ziarah makam leluhur, selamatan, dan shalawatan.
Selain itu, mereka juga memiliki potensi wisata alam dan budaya, seperti air terjun, sungai, hutan, dan rumah adat.
Relokasi dan Ganti Rugi
Pemerintah telah melakukan proses relokasi dan ganti rugi bagi warga empat kampung yang akan ditenggelamkan.
Terdapat dua opsi ganti rugi yang ditawarkan, yaitu pindah ke lokasi baru yang disediakan pemerintah atau menerima uang ganti rugi sesuai dengan nilai tanah dan bangunan mereka.
Baca Juga: Harta Kekayaan Kepala Daerah Banten Arief Rachadiono yang Mencapai Puluhan Miliar
Pemerintah juga menjanjikan fasilitas umum dan sosial yang lebih baik di lokasi baru, seperti sekolah, puskesmas, masjid, pasar, dan jalan.
Namun, tidak semua warga bersedia untuk pindah atau menerima ganti rugi. Beberapa warga masih berharap agar proyek Waduk Karian dibatalkan atau ditunda.
Mereka merasa tidak siap untuk meninggalkan tanah leluhur mereka yang sudah menjadi sumber penghidupan dan identitas mereka selama ini.
Dampak lingkungan dari Waduk Karian
Selain dampak sosial, pembangunan Waduk Karian juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang negatif.
Menurut beberapa aktivis lingkungan, pembangunan Waduk Karian akan mengancam keberadaan hutan lindung Gunung Halimun Salak yang merupakan habitat berbagai flora dan fauna langka.
Berita Terkait
-
8 Kecamatan di Pandeglang Banten Mulai Krisis Air Bersih di Musim Kemarau
-
Anak Panutan di Tangerang Banten Suarakan Merdeka dari Kuman
-
Supir Tewas Terjepit Truk yang Dikendarainya di KMP Catlyn, Terjadi Saat Bongkar Muat di Pelabuhan Merak
-
Lolos dari Hukuman Mati, Mantri yang Suntik Mati Kades Curuggoong Dituntut 9 Tahun Penjara
-
Harta Kekayaan Kepala Daerah Banten Arief Rachadiono yang Mencapai Puluhan Miliar
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 9 Mei 2026: Antam Turun, UBS dan Galeri24 Stabil
-
Pertamina-Departemen Energi Amerika Serikat Bahas Penguatan Pasokan Energi & Infrastruktur Strategis
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun