- Mensos Gus Ipul bertemu Menkeu Purbaya di Jakarta, Selasa (23/12/2025) untuk mengusulkan kenaikan bansos.
- Usulan kenaikan dana harian korban banjir Sumatra dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per orang.
- Bantuan diusulkan tunai selama tiga bulan, dengan Kemensos menunggu persetujuan anggaran dari Kemenkeu.
Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul baru saja menemui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Dalam pertemuannya dengan Purbaya, Gus Ipul mengusulkan agar bantuan sosial (bansos) untuk korban bencana banjir Sumatra naik dari yang sebelumnya hanya Rp 10 ribu per hari.
“Misalnya nanti Rp 15 ribu per orang per hari,” kata Gus Ipul saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (23/12/2025).
Ia beralasan kalau dalam Peraturan Menteri Sosial (Permensos) tahun 2015 lalu, bantuan jaminan hidup hanya sebesar Rp 10 ribu. Meskipun ada revisi di 2020, nominal bantuan di Permensos itu tidak berubah.
Dengan kenaikan itu, Gus Ipul menilai masyarakat korban bencana Sumatra bisa membeli lauk pauk karena nominalnya jadi Rp 450 ribu per bulan.
“Kalau Rp 15.000 kali sebulan berapa berarti itu nanti? Rp 450.000 per bulannya. Jadi untuk membeli lauk pauk,” lanjut dia.
Kendati begitu Gus Ipul mengakui kalau kenaikan bantuan ini masih dalam tahap pengajuan. Kemensos tetap menunggu saran dari Kemenkeu agar menyesuaikan dengan anggaran tahun depan.
Terkait skema penyaluran, Kemensos akan menggunakan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun Pemerintah Daerah (Pemda).
Ia juga tak menutup kemungkinan melibatkan kementerian atau lembaga lain seperti Kementerian Pertanian (Kementan) maupun Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk merinci data penyaluran bansos.
Baca Juga: Purbaya Mau Kemenkeu Terjun Langsung Bangun Proyek Sekolah Impian Prabowo
Ia juga memastikan bantuan tersebut akan bersifat tunai dan dilakukan selama tiga bulan. Namun Gus Ipul menegaskan kalau kenaikan jadi Rp 15 ribu masih sebatas usulan.
“Bulanan selama 3 bulan. Nanti kita lihat tapi teknis itu ya,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Purbaya Mau Kemenkeu Terjun Langsung Bangun Proyek Sekolah Impian Prabowo
-
Marak PHK Massal di 2025, Purbaya Singgung Ekonomi Lemah Sejak Era Sri Mulyani
-
Mensos Usulkan Kenaikan Dana Jaminan Hidup Korban Bencana, Rp 10 Ribu per Hari Dinilai Tak Relevan
-
Purbaya Cuek usai Didemo Kades soal Pencairan Dana Desa: Ditahan Buat Kopdes Merah Putih
-
Empat Pekan Pascabencana Sumatra, Apa Saja yang Sudah Pemerintah Lakukan?
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu
-
Bukan Dihapus, Ini Alasan 13 SPBU di Jabodetabek Tak Lagi Jual Pertalite