Suara.com - Erick Thohir menjadi pilihan teratas sebagai figur yang tepat menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam survei yang digelar Polling Institute.
Peneliti Polling Institute Kennedy Muslim mengatakan mayoritas responden memilih Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dalam dua simulasi, baik 19 nama maupun lima nama cawapres.
"Hasil simulasi pilihan 19 nama dan lima nama cawapres 2024, Erick Thohir menjadi cawapres terkuat dengan raihan 15,1 persen dan 24,5 persen," ujar Kennedy saat memaparkan hasil survei bertajuk "Peta Persaingan Capres-Cawapres dan Isu-Isu Terkini" ditulis Senin (11/9/2023).
Kennedy mengatakan nama Erick juga akan membawa kemenangan pada capresnya. Dalam tiga simulasi, capres yang berpasangan dengan Erick selalu menempati posisi teratas.
Dalam simulasi pertama, pasangan Prabowo-Erick meraih 34,7 persen atau unggul dari pasangan Anies-AHY sebesar 18,5 persen dan Ganjar-Ridwan Kamil dengan 34,2 persen.
Simulasi kedua, Ganjar-Erick mendapat 37,2 persen atau unggul dari Anies-Yenny Wahid sebesar 16,0 persen dan Prabowo-Muhaimin dengan 35,1 persen.
Kemudian, Prabowo-Erick kembali menjadi teratas dengan 38,5 persen atau unggul dari Anies-AHY dengan 18,8 persen dan Ganjar-Sandiaga dengan 32,5 persen.
"Dalam simulasi dua pasangan, Erick dan pasangan selalu unggul jauh di atas pasangan lain," ucap Kennedy.
Kennedy mencontohkan Prabowo-Erick meraih 46,7 persen, sementara Ganjar-Ridwan Kamil sebesar 39,1 persen. Dalam simulasi berikutnya, Erick yang berpasangan dengan Prabowo meraih 47,1 persen dan unggul atas pasangan Ganjar-Sandiaga dengan 38,0 persen.
Baca Juga: Shin Tae-yong Apresiasi Kepedulian Erick Thohir untuk Timnas Indonesia di Tengah Kesibukannya
Pasangan Prabowo-Erick pun kembali unggul dengan 48,0 persen saat berhadapan dengan Ganjar-Gibran sebesar 36,6 persen.
Kennedy menyampaikan Erick pun meraih posisi tertinggi dalam simulasi lima nama cawapres untuk Prabowo Subianto.
Erick meraih 28,8 persen suara responden atau terpaut cukup jauh dari empat tokoh lain seperti Gibran Rakabuming dengan 17,3 persen, Muhaimin Iskandar dengan 8,8 persen, Khofifah Indar Parawansa dengan 8,5 persen, dan Airlangga Hartarto dengan 4,2 persen.
"Di antara lima nama dan kemungkinan nama lainnya, Erick Thohir paling banyak dipilih sebagai wakil untuk mendampingi Prabowo. Alasannya paling banyak karena kinerjanya dinilai bagus," kata Kennedy.
Survei Polling Institute berlangsung pada 21-25 Agustus 2023 melalui sambungan telepon dengan pewawancara terlatih. Survei tersebut melibatkan 1.201 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik
-
Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor
-
Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026
-
Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?
-
Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?
-
Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun
-
Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026
-
INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur
-
ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri