Suara.com - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, memerintahkan seluruh staf BP dan Pemerintah Kota Batam untuk tidak memaksa penduduk Pulau Rempang untuk pindah.
"Terlebih lagi memaksa, itu tidak diperbolehkan. Kami ingin melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat agar mereka memahami manfaat investasi ini bagi mereka di masa depan," ujar Muhammad Rudi, yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam.
Ia menjelaskan niatnya untuk turun langsung ke lapangan dan berkomunikasi dengan warga, terutama di lokasi-lokasi yang terpengaruh oleh pembangunan tahap pertama di Kelurahan Sembulang.
"Saya akan turun langsung ke lapangan. Kemarin saya ke Pasir Panjang, dan nanti kami akan pergi ke lokasi-lokasi penting, terutama di area seluas 2.000 hektar ditambah 350 hektar di mana akan dibangun Tower Rempang City. Saya berharap ini bisa diterima oleh masyarakat. Saya akan terus turun ke lapangan agar masyarakat memahami situasi investasi di sini," kata dia, dikutip via Antara pada Minggu (24/9/2023).
Rudi memastikan bahwa relokasi warga yang terpengaruh oleh proyek pengembangan Rempang Eco-City akan dilakukan setelah sosialisasi berjalan dengan baik.
"Pemindahan ini akan dilakukan setelah sosialisasi berjalan dengan baik dan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan demi kebaikan bersama," kata Rudi.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir tentang target pemindahan warga hingga tanggal 28 September 2023.
Menurut Rudi, yang paling penting saat ini adalah agar BP Batam dan masyarakat Rempang dapat mencapai kesepakatan sehingga investasi dapat direalisasikan.
"Itu yang paling penting. Saya berharap masyarakat Rempang dan sekitarnya dapat memahami hal ini sehingga kami dapat menyelesaikan apa yang ingin kami capai," kata Rudi.
Baca Juga: Kala Komnas HAM Ragu Jelaskan Gas Air Mata Tertiup Angin Bikin Bayi 8 Bulan Sesak Napas di Rempang
Sementara itu, menurut keterangan tertulis dari BP Batam, kegiatan sosialisasi dan pendataan terus berlanjut terhadap masyarakat yang terpengaruh oleh pengembangan Kawasan Rempang pada hari Sabtu (23/9).
"Untuk saat ini, sosialisasi dan pendataan masih terus berlangsung. Kabar baiknya, jumlah warga yang bersedia untuk menempati tempat tinggal sementara selama rumah pengganti dibangun terus bertambah," kata Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait.
Beliau mengatakan bahwa masyarakat yang terpengaruh oleh investasi Rempang Eco-City juga mulai bersedia untuk menempati hunian sementara yang telah dipersiapkan oleh BP Batam.
Menurutnya, keterlibatan warga ini adalah hasil dari komitmen BP Batam untuk terus melakukan pendekatan persuasif selama kegiatan sosialisasi dan pendataan yang dilakukan oleh tim satuan tugas.
Hal ini selaras dengan instruksi dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang meminta tim pendataan untuk memberikan prioritas pada tindakan yang bersifat manusiawi dan komunikasi yang persuasif selama bekerja di lapangan.
Ariastuty menyatakan bahwa pihaknya akan terus bekerja secara maksimal hingga investasi dapat direalisasikan. Hal ini termasuk memaksimalkan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di sekitar Kawasan Rempang.
Berita Terkait
-
Komnas HAM: Banyak Posko Aparat, Warga Rempang Tak Nyaman
-
Komnas HAM Klaim Temukan 5 Selongsong Gas Air Mata Di SD Pulau Rempang, Sengaja Ditembakan?
-
Demi Investasi, BP Batam Kekeh Relokasi Warga Pulau Rempang Pada 28 September Mendatang
-
Imbas Bentrok Warga Vs Aparat, Komnas HAM Minta Pemerintah Tinjau Ulang PSN di Pulau Rempang
-
Kala Komnas HAM Ragu Jelaskan Gas Air Mata Tertiup Angin Bikin Bayi 8 Bulan Sesak Napas di Rempang
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Biang Macet Saat Mudik Terungkap! 21 Ribu Kehabisan Saldo E-Toll
-
Jangan Lupa! Besok Pasar Saham RI Kembali Dibuka, IHSG Diproyeksi Anjlok
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional
-
Aturan Baru Purbaya: Jatim Jadi Provinsi Terbanyak Dapat Jatah Hasil Cukai Tembakau
-
Ekonomi India Mulai Terpukul, Konflik Timur Tengah Bikin Aktivitas Bisnis Melambat
-
7.131 Bus Ditemukan Tak Layak Jalan Saat Mudik Lebaran
-
Arus Balik Lebaran, KAI Catat 253 Ribu Kursi Masih Tersedia hingga Awal April
-
Arus Balik Mulai Padat, Jumlah Penumpang Kereta ke Jakarta Lampaui Keberangkatan
-
Perang di Timteng Memanas Bikin Premi Asuransi Meningkat