Suara.com - Founder Mayapada Group, Dato Sri Tahir tengah disorot oleh publik lewat video viralnya yang tengah suapi ibunya. Aktivitas itu Tahir lakukan sebelum memulai pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Dalam video yang beredar di media sosial, Dato Sri Tahir terlihat tengah menyuapi ibunya. Selepas itu dirinya juga pamit meminta doa restu untuk membangun Infrastruktur di IKN.
Terlepas dari hal itu, banyak orang penasaran dengan infrastruktur yang tengah dibangun oleh Dato Sri Tahir sampai-sampai harus meminta izin restu ibu. Lantas, apa infrastruktur yang dibangun Tahir di IKN?
Dalam keterangan tertulisnya, Dato Sri Tahir menyebut akan membangun rumah sakit di IKN. Dirinya menggelontorkan uang Rp 500 miliar dalam menghadirkan rumah sakit terbaik di Pulau Kalimantan.
"Mayapada akan menjadi salah satu RS yang pertama dibangun dan beroperasi di IKN, dan akan menjadi RS terbaik yg ada di Kalimantan," ujar Tahir yang dikutip, Senin (9/10/2023).
Ditargetkan, peletakan batu pertama pembangunan atau groundbreaking diselenggarakan pada 1 November 2024. Sementara, penyelesaian pembangunan akan rampung pada April 2024, sehingga Tahir Targetkan bisa beroperasi pada Juli 2024.
Sebelumnya, Tim Mayapada Group bersama tim otorita IKN telah menyambangi lokasi pembangunan untuk memastikan desain sesuai kondisi lahan.
"Kehadiran Pak Dato Tahir menunjukkan keseriusan dalam minat Investasi. Ini membuktikan bahwa investor dalam negeri mendukung program pemerintah dalam pembangunan IKN," kata Direktur Investasi dan Kemudahan Berusaha Otorita IKN, Indra Yuwana Indra.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026
-
Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi
-
BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa
-
BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik
-
Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan
-
OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026
-
OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu
-
Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM
-
Saham BBCA Anjlok ke Level Era Covid-19, Asing Penyebabnya