- PT Krakatau Steel menargetkan pendapatan konsolidasi mencapai 1,6 miliar dolar AS pada tahun 2026 berdasarkan RKAP.
- Perusahaan memperkenalkan program KRAS Reborn untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kinerja bisnis di tengah perubahan industri.
- Transformasi ini mencakup peningkatan budaya kerja dan kinerja berbasis target agar karyawan berkontribusi strategis bagi pendapatan.
Suara.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menargetkan pendapatan konsolidasi sebesar 1,6 miliar dolar AS pada 2026. Target tersebut tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026.
"Perseroan menetapkan visi untuk mencapai target pendapatan konsolidasi sebesar 1,6 miliar dolar AS sebagaimana tertuang dalam RKAP 2026," ujar Direktur SDM Krakatau Steel Suryantoro Waluyo, Rabu (11/3/2026).
Suryantono mengatakan, pihaknya kini telah mengenalkan program KRAS Reborn untuk memperkuat fondasi organisasi sekaligus meningkatkan kinerja bisnis di tengah volatilitas ekonomi global dan perubahan industri yang semakin cepat.
Transformasi ini juga diarahkan agar perusahaan tidak hanya bertahan menghadapi tekanan industri, tetapi mampu meningkatkan daya saing dan pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Ia mengatakan, program KRAS Reborn dirancang sebagai upaya menyeluruh untuk memperkuat energi organisasi di dalam perusahaan.
“Esensi dari KRAS REBORN adalah sebuah intervensi energi organisasi yang menyeluruh,” katanya.
Menurut dia, transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis karyawan, tetapi juga mencakup pembenahan budaya kerja dan peningkatan kinerja berbasis target.
“Fokus utamanya bukan sekadar peningkatan kompetensi teknis, melainkan penyelarasan aspek budaya kerja, ketangguhan mental, dan optimalisasi kinerja berbasis target yang terukur,” ujarnya.
Suryantoro menambahkan, perubahan tersebut ditujukan agar setiap karyawan di lingkungan Krakatau Steel dapat berperan sebagai mitra bisnis strategis yang berkontribusi langsung terhadap kinerja perusahaan.
Baca Juga: Laba Bersih FIF Tembus Rp4,63 Triliun Sepanjang 2025
“Untuk memastikan setiap individu di dalam perusahaan bergerak sebagai mitra bisnis strategis yang berkontribusi langsung pada pendapatan perusahaan melalui pengaktifan Sense of Awareness, Sense of Belonging, dan Sense of Urgency,” pungkas dia.
Berita Terkait
-
Purbaya Gregetan Soal Belanja Pemda, Ekonomi 2025 Bisa Rontok
-
Laba PT Timah Anjlok 33 Persen di Kuartal III 2025
-
Emiten Properti LPCK Bukukan Pendapat Rp 3,44 Triliun di Kuartal III-2025, Melonjak 251 Persen
-
Raih Laba Bersih Rp 41,1 Miliar, COIN Bukukan Pendapatan Naik Hingga 19 Kali Lipat
-
Emiten Pengelola Limbah Ini Raup Pendapatan Rp148 Miliar di Kuartal III 2025
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Zulhas Bongkar Data MBG, 63,1 Juta Penerima Manfaat Bakal Diverifikasi Ulang
-
Perusahaan yang Dipercaya Publik Punya Peluang Tumbuh Lebih Besar
-
Harga Minyak Meroket Imbas Perang AS-Iran Meletus Lagi, Trump: Bom Habis-habisan!
-
MBG Bakal Ditarik dari Sekolah Elit, Fokus Daerah Terpencil
-
BPK Dukung BULOG Wujudkan Swasembada Pangan Lewat Tata Kelola Akuntabel
-
Transaksi Melonjak 103%, RI Masuk Peringkat 7 Dunia Adopsi Kripto
-
Rupiah Melemah ke Rp17.988, Dipicu 'Ulah' Trump dan Rapor Merah Ritel Domestik
-
Hunian Tapak Masih Jadi Primadona di Tengah Lesunya Pasar Properti
-
Masyarakat RI Masih Malas Belanja, Penjualan Eceran Anjlok 11,6% di April
-
Rupiah Nyaris Kembali ke Level Rp18.000 per Dolar AS, BI Sudah Siap-siap