Suara.com - PT Kereta Cepat Indonesia -China (KCIC) telah mematok tarif Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Pada awal pengoperasian, KCIC akan memberikan tarif promo kepada masyarakat yang ingin menjajal kereta cepat.
Adapun tiket kereta cepat berbayar sudah bisa dipesan oleh masyarakat umum pada 18 Oktober mendatang. Sebelum, membeli tiket kereta cepat, Anda perlu membandingkan keunggulan dan harga kereta cepat dengan transportasi lain yaitu kereta api Argo Parahyangan.
Lantas bagaimana perbandingan keunggulan dan harga tiket kereta cepat vs Argo Parahyangan?
Kereta Cepat
Harga tiket
KCIC telah mematok tarif kereta cepat promo sebesar Rp 300 ribu untuk kelas ekonomi premium. Tarif itu termasuk dengan tiket KA Feeder yang bertujuan menuju Stasiun Cimahi dan Bandung.
Keunggulan
Salah satu keunggulan yang ditawarkan oleh kereta cepat adalah waktu perjalanan. Pasalnya, Anda hanya menempuh waktu 30-45 menit untuk menuju ke Bandung. Sehingga, tak perlu duduk berjam-jam di kursi kereta api.
Hanya saja, naik kereta cepat perlu transit terlebih dahulu di Stasiun Padalarang, jika Anda ingin menuju kota. Sebab, tujuan terakhir kereta cepat berada di Tegalluar, Kabupaten Bandung.
Baca Juga: 3 Cara Beli Tiket Kereta Cepat, Harga Murah dan Promo
Argo Parahyangan
Harga tiket
Seperti dilansir dari situs resmi KAI, harga tiket Argo Parahyangan dipatok sesuai dengan kelas yang tersedia mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 450 ribu. Untuk harga tiket Rp 150 ribu tentunya untuk kelas ekonomi, sedangkan untuk kelas eksekutif dibanderol seharga Rp 200 ribu.
Sementara, untuk tarif tiket Rp 450 ribu, Anda bisa merasakan KA Panoramic Argo Parahyangan, di mana bisa melihat pemandangan indah di dalam kereta selama perjalanan.
Keunggulan
Salah satu keunggulan yang ditawarkan Argo Parahyangan yaitu tidak ribet harus transit kereta api, karena memang kereta api berhenti di Stasiun Bandung yang berada di tengah kota. Hanya saja, waktu tempuhnya agak sedikit lama, butuh waktu 2 jam 45 menit dari Stasiun Gambir menuju Bandung.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
Distribusi Terganggu, Perdagangan Beras Antarwilayah Disebut Mulai Macet
-
Pemerintah Siapkan Intensif, Guna Percepat Ekosistem Kendaraan Listrik
-
QRIS Sudah Ada, Tapi Kenapa Pemilik Salon Masih Hitung Manual Tiap Malam?
-
IHSG Mulai Membaik, Naik 2 Persen dan 499 Saham Melonjak pada Sesi I
-
Prabowo-Bahlil Gas Pol Ekosistem Kendaraan Listrik
-
BEI Buka Suara: Daftar Saham HSC Bukan Sanksi, Cuma 'Warning' Buat Investor
-
BSA Logistics Jadi Pertama IPO di BEI, Emiten Raup Dana Rp302,4 Miliar
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Bawang dan Beras Naik
-
Harga Gabah Tinggi, Pedagang Sulit Jual Beras Sesuai HET
-
Danantara Bela-belain Bentuk Perusahaan Baru Pantau Proyek Sampah Jadi Listrik