Suara.com - Bakal capres Anies Baswedan menilai banyak permasalahan di dalam negeri yang harus diselesaikan. Maka dari itu dirinya mengambil visi kemakmuran untuk menangani permasalahan seperti ketimpangan antara kaya dengan miskin.
"Menurut kami membereskan soal ketimpangan adalah persoalan urgent yang harus diselesaikan hari ini. Itu lah sebabnya gagasan kita satu, kemakmuran, karena ini nyata sekali. Sekarang kami melihat ke depan harus memastikan kita sampai kepada satu kemakmuran," ujar Anies dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Mantan Gubernur Bank DKI Jakarta ini melanjutkan, Visi Indonesia 2045 bukan hanya mengejar nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atau GDP. Akan tetapi, dirinya memastikan para warga makmur dan sejahtera.
Anies juga menilai, pertumbuhan ekonomi saat ini belum berhasil menyelesaikan masalah-masalah lain seperti pengangguran. Nah dirinya mengingatkan agar kemakmuran itu dikedepankan dan menjadi suatu target.
"Tanpa kita membereskan satu kemakmuran, ketimpangan yang ada, ini akan problematik. Ini kenyataan yang sekarang kita hadapi hari ini. Pertumbuhan ekonomi kita belum berhasil dalam menyelesaikan pengangguran, ketimpangan yang ada. Ini menjadi PR yang sesungguhnya," jelas dia.
Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) telah mengeluarkan visi-misi mengikuti kontesasi pemilihan presiden (pilpres) tahun 2024. Visi dan misi ini termaktub dalam dokumen yang memberikan penjelasan program-program kerja berhalaman 148 lembar.
Adapun visi yang diambil oleh pasangan AMIN adalah, "Indonesia Adil Makmur untuk Semua". Sementara dalam dokumen tersebut, berisikan penjelasan misi dan program kerja, hingga latar belakang yang ingin dicapai oleh pasangan AMIN jika terpilih.
Mayoritas, misi yang dikerjar Anies dan Cak Imin yaitu untuk membenahi sektor ekonomi. Namun tidak muluk-muluk seperti calon lainnya, target-target pada misi AMIN masih terbilang realistis, artinya pasangan ini tidak memasang target tinggi dalam sektor ekonomi, jika menjadi pemenang dalam kontesasi Pilpres.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu