Suara.com - Sinergi ini telah ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara kedua belah pihak. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan KRAKATAU POSCO yang diwakili oleh Direktur HRGA, Dicky Mardiana dengan kementerian perindustrian melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Masrokhan.
Kerja sama ini bertujuan untuk menciptakan SDM yang unggul terutama pada masyarakat lokal yang dalam hal ini KRAKATAU POSCO menggandeng Politeknik Industri Petrokimia Banten atau PIPB. Bahkan, penandatanganan nota kesepahaman ini disaksikan secara langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Direktur Jenderal BPSDMI Kemenperin Masrokhan, Presiden Direktur Krakatau Posco Kim Kwang-moo dan Chairman IISIA Purwono Widodo.
"Kelas industri ini akan menggunakan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan insustri baja," kata Direktur HRGA, Dicky Mardiana ditulis Selasa (13/11/2023).
KRAKATAU POSCO terus berupaya maksimal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia khususnya bagi masyarakat lokal sebagai bentuk upaya menyelesaian masalah kekurangan tenaga kerja dan sebagai persiapan untuk menghadapi investasi tahap dua menuju kapasitas 10 juta ton yang akan membutuhkan tenaga kerja berkualitas lebih banyak lagi.
Kualitas sumber daya manusia merupakan kunci keberhasilan masa depan bangsa. Maka dari itu Krakatau Posco bersama Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri Kementerian Perindustrian RI menandatangani nota kesepahaman bersama untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul melalui pembentukan kelas industri baja.
Menurut Dicky, program ini akan memperkenalkan program khusus "Steel Industry Technology Class" yang melibatkan budaya perusahaan POSCO dan bahasa Korea. Program ini akan dimulai di Polytechnic dan SMK pada bulan Juli 2024, memberikan pendidikan selama tiga tahun yang mencakup teori dan praktik langsung untuk mendidik tenaga kerja terampil dalam industri baja.
Dicky menambahkan, lulusan program ini akan mendapatkan prioritas dalam rekrutmen di Krakatau POSCO dan diharapkan dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja yang sedang dialami oleh industri dalam negeri.
“Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, kami berkomitmen dan sangat mendukung atas program-program kelas industry yang akan dibentuk. Hal ini merupakan langkah nyata KRAKATAU POSCO dalam menyiapkan SDM yang unggul terutama bagi masyarakat lokal. Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan SMK SMTI Yogyakarta agar dapat menjaring lebih luas lagi potensi pengembangan sumber daya nasional,” tutur Dicky.
Baca Juga: Ini Tantangan yang Dihadapi Industri Baja
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Purbaya Tolak Bantuan IMF, Yakin Dana SAL Rp 420 T Milik Pemerintah Masih Cukup
-
Inabuyer B2B2G Bisa Jadi Jembatan UMKM Ikut Serta Program MBG
-
China Mengakui Analisis IMF: Dunia Global Terancam Krisis Lebih Buruk
-
Produksi Listrik EBT Tembus 8.743 GWh, Pertamina Genjot Transisi Energi
-
BTN Cetak Laba Bersih Rp 1,1 Triliun di Kuartal I-2026
-
Kunjungan Kerja ke AS, Purbaya Yakin Dana Asing Bakal Lebih Banyak Masuk Indonesia
-
IFG Life Rampungkan Pembayaran Klaim Nasabah Eks Jiwasraya
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Naik Semua! Kembali Tembus Rp 3 Jutaan
-
Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?
-
Negosiasi AS-Iran Berjalan Positif, Donald Trump Malah Tebar Ancaman