Suara.com - PT Taspen (Persero) menyiapkan strategi untuk terus meningkatkan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN). BUMN pengelola dana pensiun itu mengerahkan kedua anak usaha PT Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) dan PT Taspen Properti Indonesia (Taspro) sebagai perlindungan hingga jaminan ASN memiliki rumah.
Direktur Utama Taspen, ANS Kosasih menjelaskan, Taspen Life berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan asuransi ASN di Indonesia baik yang masih aktif bekerja maupun dalam masa pensiun melalui tambahan layanan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan ASN dan Taspro melalui penyediaan infrastruktur properti serta hunian.
"Taspen juga telah menyelenggarakan Program Asuransi Sosial bagi ASN, baik berstatus aktif maupun yang telah memasuki purna bakti," ujarnya di Jakarta yang dikutip Jumat (29/12/2023).
Melalui beragam produk Taspen Life, seluruh peserta ASN yang mengambil tambahan produk pada Taspen Life dapat melakukan perencanaan keuangan dan mempersiapkan masa pensiun yang lebih sejahtera dan nyaman. Produk dan layanan Taspen Life, meliputi manfaat proteksi jiwa, perencanaan masa depan dan hari tua, dana pendidikan, serta pertanggungan terhadap penyakit kritis dengan imbal manfaat yang sangat kompetitif.
Adapun beragam produk Taspen Life, yakni Taspen Dwiguna Sejahtera, Taspen Smart Save, Taspen Save, Taspen Bright Life, Taspen Hospital Cash Plan, Taspen Smart Health, Taspen Proteksi Beasiswa, dan Taspen Group Personal Accident.
Taspro memiliki Program unggulan, yakni Program ASN Housing yang dapat memudahkan ASN memiliki hunian pertamanya. Pada program ini, ASN bisa mendapatkan beragam keuntungan, antara lain berupa DP 0%, bebas biaya akad dan notaris, dan mendapatkan harga yang lebih murah, yakni minimal 5% dibandingkan pembelian langsung melalui pengembang lain.
Hingga saat ini, Taspro sedang melakukan pembangunan ASN Housing di dua lokasi di Surakarta, Jawa Tengah dan empat lokasi di Manado, Sulawesi Utara. Bekerja sama dengan Mitra Pengembang lokal di wilayah Sulawesi Utara, perumahan dibangun di atas lahan seluas 100 hektar dan bersama pengembang lokal di wilayah Solo Raya perumahan dibangun atas lahan seluas 2,57 hektar.
Implementasi pelaksanaan Program Asuransi Sosial bagi ASN, Taspen telah melakukan digitalisasi layanan untuk memudahkan peserta mendapatkan layanan. Hal ini dibuktikan melalui pengembangan beberapa aplikasi digital Taspen, Taspen One Hour Online Service, SIM GAJI, Layanan Klim Otomatis (LKO), Layanan Satu Jam Taspen, Taspen Otentikasi dan Taspen Care.
Taspen senantiasa menjamin kerahasiaan data dan keamanan data setiap peserta, sehingga seluruh data detil peserta, hanya bisa diakses secara lengkap oleh peserta yang bersangkutan. Hal ini diharapkan agar seluruh proses klaim dan non-klaim akan menjadi mudah, aman, akurat, dan nyaman. Tahun ini, jumlah layanan kepengurusan klaim dan non-klaim melalui aplikasi TOOS telah mencapai 91,77% dari keseluruhan jumlah pengajuan klaim dan non-klaim Taspen.
Baca Juga: Hari Ini Erick Thohir Bubarkan 7 Perusahaan BUMN yang Bangkrut
"Dengan beragam upaya diversifikasi bisnis usaha, Taspen Group hadir untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sejahtera agar nilai ekonomi dan nilai sosial Indonesia semakin terakselerasi. Melalui layanan yang andal, Taspen Group optimistis dapat menjadi perusahaan BUMN yang memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya para peserta ASN secara optimal," pungkas Kosasih.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Diproyeksi Masih Tertekan, Intip Ramalan Pergerakan IHSG Pekan Depan
-
Progres Pembangunan Pabrik Kimia Milik Chandra Asri Capai 66%
-
Nilai Tukar Rupiah Bisa Terus Melorot ke Level Rp 17.500 di Pekan Depan
-
UMKM Binaan Pertamina Raup Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
-
Simulasi Pengajuan Cicilan KUR BRI Hingga Rp500 Juta untuk UMKM 2026
-
BI Lapor Uang Primer Tumbuh Melambat 14,3% pada April 2026
-
ASDP Masih Raih Pendapatan Rp 4,96 triliun pada 2025 di Tengah Tantangan Bisnis
-
OJK Restui Merger BPR Danaputra Sakti dengan BPR Harta Swadiri
-
Ekonom Ingatkan Aturan Nikotin-Tar Bisa Ancam Nasib Jutaan Petani dan Buruh