Suara.com - Disk Jokey (DJ) Dinar Candy membuat keputusan ekstrem menyambut tahun baru 2024. Dia menjual akun media sosial Instagram dan Tiktok yang telah memiliki jutaan pengikut. Lalu apakah Dinar Candy sudah paham hukum jual akun media sosial berikut?
Harga yang ditawarkan Dinar Candy pun fantastis, kedua akun tersebut dibanderol Rp50 miliar. Hukum jual akun media sosial sebenarnya masih menjadi pertanyaan banyak pihak.
Namun, mendengar kabar dari Dinar Candy ini, barangkali banyak di antara netizen ingin mengikuti jejaknya. Apalagi keuntungan menjual media sosial dengan banyak pengikut ternyata tak main – main. Untuk diketahui Dinar memiliki 4,1 juta pengikut di Instagram dan 3,5 juta pengikut di Tiktok.
"Saya jual akun Tiktok 3,5 M follower dan Instagram 4,1 M. Saya jual akun 2-2nya seharga 50 Miliar rupiah. Kalau ada yang minat kabarin asisten saya Ajay, +6281210566060," tulisnya sebagai keterangan dalam sebuah unggahan Instagram.
Ia pun menjelaskan bila dirinya benar-benar serius menjual akun-akun media sosialnya. Pada unggahan sebelumnya, Dinar Candy mengaku enggan bermain media sosial lagi.
Hukum Jual Beli Media Sosial
Melansir Hukum Online, pemerintah telah mengatur jual – beli followers di media sosial dalam KUH Perdata. Pada dasarnya, salah satu faktor pertimbangan jual beli akun media sosial adalah jumlah pengikutnya sehingga dalam proses jual beli followers, views, ataupun likes di media sosial harus memenuhi unsur-unsur perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata yakni kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya; kecakapan untuk membuat suatu perikatan; suatu pokok persoalan tertentu; dan suatu sebab yang tidak terlarang.
Namun demikian, apabila jual beli followers dilakukan dengan bantuan aplikasi/robot yang mengontrol banyak akun agar akun-akun lain mem-follow suatu akun yang menjadi klien/pembeli, maka mekanisme tersebut harus tunduk pada ketentuan UU ITE dan perubahannya sebagai berikut.
Pasal 32 ayat (1) UU ITE menyatakan bahwa:
Baca Juga: Dinar Candy Jual Akun Media Sosial, Harganya Tembus Rp50 Miliar
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.
Selain itu, juga merujuk pada ketentuan Pasal 35 UU ITE yang berbunyi:
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik.
Berdasarkan ketentuan-ketentuan di atas, maka pada dasarnya tidak diperbolehkan melakukan jual beli followers dengan cara membuat dapat diaksesnya akun-akun pengguna lain secara otomatis agar mem-follow akun lainnya tanpa persetujuan pemilik akun atau mengakses akun orang lain secara melawan hukum.
Tindakan yang melanggar Pasal 32 ayat (1) UU ITE yaitu jika mengubah, menambah, atau mengurangi suatu informasi elektronik misalnya dengan bantuan aplikasi/robot suatu akun media sosial secara otomatis mem-follow akun lain tanpa persetujuan pemiliknya.
Jika metode jual-beli followers yang dilakukan penjual followers adalah dengan cara membuat akun-akun palsu dengan maksud agar lebih mudah untuk mem-follow akun pembelinya, maka tindakan tersebut telah melanggar ketentuan Pasal 35 UU ITE karena melakukan manipulasi informasi elektronik. Bagi pelanggar ketentuan – ketentuan ini akan dijerat pidana penjara paling lama 12 tahun dengan denda maksimal Rp12 miliar.
Tag
Berita Terkait
-
Dinar Candy Jual Akun Media Sosial, Harganya Tembus Rp50 Miliar
-
Bikin Heboh Lagi, Dinar Candy Mau Jual Akun TikTok yang Harganya Mencapai Miliaran Rupiah
-
Dinar Candy Jual Akun Instagram dan TikTok, Harganya Bisa Berangkatkan Haji 500 Orang!
-
Dicurangi Rekan Bisnis, Dinar Candy sampai Kapok: Enakan Cari Duit di Entertainment
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- Sheila Marcia Akui Pakai Narkoba Karena Cinta, Nama Roger Danuarta Terseret
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Muhammad Awaluddin Diangkat Jadi Dirut Jasa Raharja
-
Batas Telat Bayar Cicilan Mobil dan Simulasi Denda Sebelum Ditarik Leasing
-
Bursa Berjangka Komoditi 2026 Dibuka, Target Harga Acuan Nasional Naik
-
Bulog Bersiap Ambil Kendali Penuh Pasokan Pangan Nasional dan Lepas Status BUMN
-
Tiga Alasan Harga Perak Akan Naik Bersama Emas Tahun Ini
-
Bos Bulog Tak Bantah Banjir Sumatera Pengaruhi Produksi Beras
-
ESDM Yakin Target Produksi Minyak 605 Ribu Barel per Hari 2025 Tercapai, Apa Rahasianya?
-
Pemangkasan Produksi Batu Bara dan Nikel Sesuaikan Kebutuhan Industri
-
Wacana Insentif Mobil Listrik Dicabut, IESR: Beban Lingkungan Jauh Lebih Mahal
-
Bank Mandiri Perkuat Sinergi BUMN Bangun Huntara bagi Korban Bencana di Aceh Tamiang