Suara.com - Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menyinggung kepemilikan tanah Prabowo Subianto dalam debat capres Minggu (7/1) malam. Dalam momen itu, Anies menyebut Prabowo memiliki 340 ribu hektare (Ha) tanah, tapi di sisi lain hampir separuh tentara Indonesia belum memiliki rumah dinas.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyinggung anggaran yang besar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) justru untuk membeli alutsista bekas.
"Kita ingin mengembalikan Rp 700 triliun anggaran Kementerian Pertahanan tidak bisa mempertahankan itu. Justru digunakan untuk membeli alat-alat alutsista yang bekas, di saat tentara kita lebih dari separuh tidak memiliki rumah dinas, sementara menterinya punya lebih dari 340 hektare tanah di Republik ini. Ini harus diubah," ujar Anies
"Saya mengklarifikasi data yang meleset, maaf Pak Prabowo angkanya terlalu kecil, bukan 320 hektare tapi 340 ribu hektare, saya klarifikasi," lanjut Anies dalam sesi berikutnya.
Atas tudingan itu, Prabowo yang geram dengan tegas membantah luasan tanah yang disinggung Anies. Bahkan dia menyebut bahwa data yang diungkapkan Anies salah.
"Itu pun salah. Itu pun salah! Mas Anies, jangan buka data yang salah," kata Prabowo.
Terlepas dari sebenarnya, berapa luas lahan yang dimiliki oleh Prabowo Subianto:
Prabowo Subianto kekinian masih menjadi pejabat negara sebagai Menteri Pertanahan. Sebagai pejabat negara, Prabowo wajib melaporkan harta yang dimiliki ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan laporan itu, Prabowo memilki total tanah dan bangunan senilai Rp 275.320.450.000. Harta itu dilaporkannya pada 31 Maret 2023 untuk tahun periodik 2022.
Baca Juga: Dipancing Ganjar, Akhirnya Anies Berani Kasih Skor Jeblok Kinerja Menhan di Depan Prabowo
Dari nilai itu, total nilai tanah yang terbesar yaitu di Jakarta Selatan dengan luas 8.365 meter persegi yang merupakan hasil sendiri dengan nilai sebesar Rp 158.491.875.000.
Adapun, Berikut daftar lengkap tanah dan bangunan Prabowo yang disinggung Anies:
1. Tanah dan Bangunan Seluas 841 m2/580 m2 di KAB/KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HIBAH TANPA AKTA Rp 32.666.905.000
2. Tanah Seluas 48.970 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 9.794.000.000
3. Tanah Seluas 8.905 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 5.467.670.000
4. Tanah dan Bangunan Seluas 8.365 m2/2.175 m2 di KAB/KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp 158.491.875.000
5. Bangunan Seluas 760 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 5.000.000.000
6. Tanah Seluas 2.100 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 45.000.000.000
7. Tanah dan Bangunan Seluas 1 m2/180.000 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 15.000.000.000
8. Tanah dan Bangunan Seluas 1 m2/61 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 400.000.000
9. Tanah dan Bangunan Seluas 10.000 m2/800 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 3.000.000.000
10. Bangunan Seluas 500 m2 di KAB/KOTA BOGOR, HASIL SENDIRI Rp 500.000.000
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
OJK Bongkar Penipuan di Tren Event Olahraga, Ini Modusnya
-
Banjir Impor Baja Murah asal China, Krakatau Osaka Steel Resmi Umumkan Kebangkrutan
-
Apa Itu Ekspedisi Patriot (TEP)? Program Pemerintah dengan Fasilitas Beasiswa Jepang
-
Harga Pangan Hari Ini: Bawang hingga Cabai Kompak Naik, Beras dan Minyak Goreng Ikut Terkerek
-
Era Bakar Uang Berakhir! Kini Fintech RI Masuk Fase Jaga Kandang dan Akuntabilitas
-
Rupiah Ambyar, Pengamat: RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Juru Selamat
-
Trump Hentikan Sementara Pengawalan di Selat Hormuz, Harga Minyak Melemah
-
Hati-hati! Pinjol Ilegal Masih Marak, Incar Puluhan Ribu Korban
-
Aturan Baru DHE SDA Berlaku 1 Juni 2026, Devisa Eksportir Wajib Disimpan di Bank Negara
-
Purbaya Mau Terbitkan Panda Bond di China Demi Perkuat Rupiah