Suara.com - Belakangan ramai perbincangan tentang ETF Bitcoin Spot sehingga banyak kalangan yang penasaran apa itu ETF Bitcoin Spot?
ETF Bitcoin spot adalah jenis aset kripto yang memungkinkan pemilik aset untuk mengikuti pergerakan harga Bitcoin melalui akun pialang mereka dengan menempatkan dana mereka pada manajer investasi.
Berbeda dengan ETF Bitcoin berjangka, ETF Bitcoin spot langsung berinvestasi pada Bitcoin sebagai aset pokok, bukan pada kontrak derivatif yang didasarkan pada harga Bitcoin.
Kemudian, dana investasi yang diperdagangkan secara publik, yang disebut sebagai exchange-traded fund (ETF), terkait dengan kontrak berjangka bitcoin, mengeluarkan efek yang diperdagangkan di pasar saham dan memberikan eksposur terhadap pergerakan harga kontrak berjangka bitcoin.
Cara Kerja ETF Bitcoin: perusahaan investasi membuat anak perusahaan yang bertindak sebagai kelompok komoditas. Kelompok ini kemudian melakukan perdagangan kontrak berjangka bitcoin biasanya dengan upaya meniru harga pasar langsung bitcoin.
Namun, ada biaya yang terlibat seperti "roll premiums" dan biaya manajemen, antara lain. Selain itu, kontrak berjangka tidak selalu mengikuti harga pasar langsung dengan tepat, sehingga pengembalian mungkin tidak pernah sebesar atau sejalan dengan harga pasar spot.
Bisa pula disimpulkan, Bitcoin dianggap sebagai komoditas dan menjadi aset pokok dalam kontrak berjangka bitcoin.
Dikutip dari CFTC Amerika Serikat atau komisi perdagangan berjangka komoditas AS, Bitcoin yang dijual untuk uang tunai disebut diperdagangkan di pasar "spot". Dengan sedikit pengecualian, pasar spot bitcoin tidak diatur oleh CFTC atau SEC.
Seerti kontrak berjangka launnya, kontrak berjangka Bitcoin berjangka indeks pasar, atau kontrak berjangka emas — diatur oleh CFTC dan harus diperdagangkan di bursa yang diatur oleh CFTC.
Baca Juga: Tahun Lalu Tumbuh Pesat, Industri Kripto Optimistis Hadapi 2024
Bitcoin dan kontrak berjangka bitcoin bisa sangat fluktuatif. Leverage yang diciptakan oleh kontrak berjangka dapat secara signifikan memperbesar baik keuntungan maupun kerugian.
Kontrak berjangka adalah kontrak standar, berbatas waktu, yang memberikan hak untuk membeli atau menjual aset pokok pada suatu titik di masa depan. Kontrak tersebut tidak memberikan kepemilikan atas aset itu sendiri.
Saat kontrak mendekati masa berakhir, kontrak tersebut harus diselesaikan atau diperdagangkan dengan kontrak baru. Banyak kali, harga penjualan kontrak yang berakhir di bawah harga pembelian kontrak yang berakhir lebih jauh ke depan.
Situasi ini dikenal sebagai contango dan yang berarti pedagang mengalami kerugian kecil, atau "membayar premi roll," ketika kontrak secara rutin digulirkan dari bulan yang berakhir ke bulan yang akan datang.
ETF adalah perusahaan investasi yang diatur oleh SEC. Saham yang diterbitkan oleh ETF adalah efek yang harus didaftarkan dengan SEC.
Seperti dana investasi lainnya, ETF memiliki tujuan investasi yang dinyatakan dan menggunakan manajer uang profesional untuk mencapai tujuan tersebut. Namun, dalam kasus dana investasi berjangka komoditas yang dikelola, perusahaan investasi umumnya mendirikan anak perusahaan yang berfungsi sebagai kelompok komoditas.
Berita Terkait
-
GudangKripto Rambah Bisnis Aset Kripto di RI
-
Analisa Terhadap Dampak Persetujuan ETF BTC
-
SEC Klarifikasi Persetujuan ETF Bitcoin Spot yang Tersebar di Media Sosial
-
Harga Bitcoin Bisa Tembus Rp3,1 Miliar Tahun 2025, ETF BTC Penentunya
-
Harga Bitcoin Diprediksi Mampu Tembus US$50.000, Faktor Pendukungnya Sudah Muncul
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- 5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Optimisis, BCA Targetkan Penyaluran Kredit Tumbuh 10 Persen di 2026
-
2 Jenis Pangan Ini Harganya Bakal Meroket Jelang Ramadan
-
Harga Bawang Putih Naik, Mendagri Bunyikan Alarm Inflasi
-
Kuota BBM Pertalite Turun di 2026 Hanya 29,27 Juta KL
-
Mendagri Wanti-wanti Tingkat Inflasi, Harga yang Diatur Pemerintah Dilarang Naik
-
BPH Migas Klaim Hemat Rp4,98 Triliun Karena Subsidi Lebih Tepat Sasaran
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
BRI Tanggap Bencana Sumatera Pulihkan Sekolah di Aceh Tamiang Lewat Program Ini Sekolahku
-
Danantara Akan Atur Pemanfaatan Lahan yang Dirampas Satgas PKH dari 28 Perusahaan
-
Proyek Internet Rakyat Besutan Emiten Milik Hashim Mulai Uji Coba