Suara.com - Penyebab kecelakaan Kereta Api Turangga di Cicalengka, Bandung pada Jumat (5/1/2024) lalu, menurut Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi, salah satunya mungkin karena tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) oleh manusia.
Dugaan itu ia sampaikan, selain beberapa faktor lain yang menjadi penyebab kecelakaan kereta api yang menelan korban jiwa tersebut.
Menhub menambahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki rencana penanganan pasca kecelakaan dan dilaporkan kepada Presiden Jokowi.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana melakukan reformasi sumber daya manusia sebagai solusi jangka pendek.
Selain itu juga restrukturisasi internal, pengembangan SOP baru kereta api, evaluasi sistem jalur tunggal dan sistem persinyalan operasional kereta.
"Berkaitan dengan sinyal (yang) masih manual. Bagaimana caranya, tahun anggaran ini kita akan selesaikan semua berkaitan dengan sinyal, khususnya di Jawa," katanya.
Sebagai informasi, insiden kecelakaan KA Turangga terjadi pada Jumat (5/1) sekitar pukul 06.03 WIB, di mana KA Turangga yang berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Bandung bertabrakan dengan KA lokal Bandung Raya yang berangkat dari Stasiun Padalarang menuju Cicalengka.
Dalam peristiwa tersebut, keempat korban tewas merupakan petugas PT KAI (Persero), sementara seluruh penumpang dari KA Turangga (287 orang) dan KA Baraya (191 penumpang) selamat.
Kecelakaan KA kini kerap terjadi dalam empat bulan terakhir. Kejadian pertama tercatat pada 17 Oktober lalu, melibatkan Kereta Api Argo Semeru. Kecelakaan kedua terjadi pada awal Januari, melibatkan Kereta Api Turangga dan KA Lokal Bandung Raya yang menyebabkan empat orang tewas.
Baca Juga: 10 Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia Sepanjang Masa
Insiden ketiga terjadi pada Minggu (14/01), di mana sebuah kereta anjlok di Stasiun Tanggulangin.
Menyikapi rangkaian insiden tersebut, Direktur Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub, Risal Wasal, mengungkapkan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi. Evaluasi ini tidak hanya untuk mengidentifikasi penyebab, tetapi juga untuk mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Wasal menegaskan bahwa DJKA terus meningkatkan infrastruktur jalur kereta api dan membangun jalur ganda untuk meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan keamanan perjalanan kereta api.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Kereta Api Marak Terjadi, Gimana Pengawasan dari Kemenhub?
-
Kereta Api Pandalungan Anjlok di Tanggulangin, Warganet: Ada Apa dengan PT KAI?
-
Gerak Cepat, BPJamsostek Bayarkan Santunan 4 Korban Meninggal Kecelakaan KA Turangga
-
Kecelakaan KA Turangga Vs KA Lokal Bandung Raya, Korban: Ada Hal yang Janggal
-
10 Kecelakaan Kereta Api Terparah di Indonesia Sepanjang Masa
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN
-
Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi
-
Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI