Kinerja Portofolio
Portofolio menjadi acuan utama dalam memilih investasi karena sangat memengaruhi terhadap return yang akan didapatkan.
Melalui portofolio, Anda dapat melihat seberapa besar potensi suatu Manajer Investasi dalam menghasilkan keuntungan. Kinerja portofolio selalu berubah-ubah karena berbagai hal contohnya karena kondisi politik dan ekonomi.
Besaran Biaya dan Kemampuan Manajer Investasi
Keuntungan investasi juga dipengaruhi oleh besaran biaya yang ditetapkan oleh Manajer Investasi. Pada umumnya semakin bagus kinerja Manajer Investasi maka akan semakin tinggi biayanya.
Lebih baik membayar biaya tinggi daripada memilih Manajer Investasi yang tidak kompeten. Tapi ingat, tidak semua Manajer Investasi yang mengenakan biaya tinggi memiliki kinerja yang bagus.
Oleh sebabnya, Anda harus cermat agar tidak salah memilih. Manajer investasi yang bagus pasti memiliki portofolio yang baik, cekatan dalam memilih efek, dan bisa menentukan waktu yang tepat untuk menjual efek-efeknya.
Pengelolaan Dana
Return investasi juga dipengaruhi sistem pengelolaan dana yang dilakukan oleh Manajer Investasi. Pengelolaan dana yang tepat diperlukan kecermatan dalam mengambil tindakan terutama saat mengalokasikan dana ke suatu aset.
Baca Juga: Solusi Hunian Impian untuk Civitas Academica
Manajer Investasi profesional umumnya akan melakukan diversifikasi agar terhindar dari kerugian besar. Dengan melakukan diversifikasi Manajer Investasi tidak hanya mengandalkan satu aset tapi beberapa instrumen untuk mengoptimalkan return.
3 Faktor yang Memengaruhi Kinerja Reksadana
Sama halnya seperti return, kinerja investasi juga dipengaruhi oleh banyak faktor. Secara umum kinerjanya dipengaruhi oleh 3 hal yaitu suku bunga, pasar modal, dan biaya investasi. Berikut rincian selengkapnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kinerja investasi.
Suku Bunga
Sebelum memilih salah satu instrumen investasi, idealnya Anda mencari tahu kondisi suku bunga terlebih dahulu. Perubahan suku bunga membawa pengaruh besar terhadap kinerja investasi. Itu alasannya mengapa perlu mencari tahu mengenai pergerakan suku bunga terkini.
Dengan mengetahuinya Anda dapat memilih jenis instrumen investasi yang tepat. Ketika suku bunga sedang tinggi, maka investasi berbasis pasar uang cenderung lebih optimal karena sebagian besar asetnya berisi Deposito.
Berita Terkait
-
Anies Baswedan: Film Bukan Biaya, Tapi Investasi
-
Majukan Industri Film Indonesia, Anies: Negara Harus Alokasikan Anggaran sebagai Investasi
-
Proyek Memberdayakan Wanita untuk Mempromosikan Keragaman Gender di Web3
-
Begini Alasan Luhut Tiba-tiba Ingin Naikkan Pajak Motor BBM
-
BYD Ramaikan Pasar Mobil Listrik Indonesia, Berapa Harganya?
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Purbaya Serang Balik Ekonom Ferry Latuhihin: Dia Tak Pernah Pegang Data Ekonomi
-
PT BSA Logistic Indonesia Segera IPO, yang Pertama di 2026
-
Purbaya Pastikan Indonesia Aman dari Status Darurat Energi, Beda dari Filipina
-
Batas Pelaporan SPT Diperpanjang hingga 30 April 2026
-
Jasamarga: Volume Kendaraan Masuk Jakarta Naik 41,8 Persen
-
Disetujui Prabowo, Purbaya Sebut Bea Keluar Batu Bara Bisa Berlaku 1 April 2026
-
Menkeu Purbaya: Kebijakan Wajib WFH Segera Diumumkan
-
Diskon Tarif 30% Mulai Berlaku Besok untuk 9 Ruas Tol, Ini Daftarnya
-
RI Jepang Kerja Sama Energi, Pengamat: Indonesia Tak Lagi Sekadar Pemasok
-
Purbaya Kesal Diserang Ekonom Terus Menerus: Mereka Gembar-gembor Ketakutan