Suara.com - Calon raja Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), yang saat ini menjabat Perdana Menteri Saudi, dikabarkan berkomitmen untuk kembali membangun Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel.
Meski demikian, salah seorang pejabat dari Pemerintah Amerika Serikat yang identitasnya dirahasiakan mengatakan, ada syarat yang diajukan jika nantinya Arab Saudi diberi tugas pembangunan ulang Jalur Gaza.
Pejabat yang sama juga menyinggung, perkembangan ini jadi bagian dari kunjungan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken ke sejumlah negara di Jazirah Arab, termasuk Arab Saudi.
NBC News via Al Jazeera menuliskan, komitmen MBS jadi prestasi tersendiri bagi Blinken yang belakangan memang memiliki misi pendekatan di Jazirah Arab.
Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), menurut pejabat senior Amerika Serikat (AS) tersebut, bahkan menawarkan kesediaannya untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan pembangunan kembali Jalur Gaza.
Langkah ini juga merupakan tujuan diplomatik yang telah lama diinginkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Namun, terdapat persyaratan khusus yang harus dipenuhi oleh pihak Israel agar kesepakatan tersebut dapat terealisasi.
Para pejabat senior AS menyebutkan bahwa MBS bersedia membantu dalam rekonstruksi Jalur Gaza dan bahkan mempertimbangkan normalisasi hubungan dengan Israel, asalkan pemimpin Israel menyetujui pembentukan negara Palestina secara resmi.
Baca Juga: Pemberangkatan Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Mulai 12 Mei
Berita Terkait
-
PBB: Kehancuran Gaza Akibat Serangan Israel Terburuk Sepanjang Sejarah
-
Prabowo Lepas Bantuan ke Palestina, Respons Gadis Cantik asal Turki Ini Curi Perhatian
-
Prabowo Subianto Ajak Artis Lepas Bantuan Untuk Palestina Tuai Kritik, Kiky Saputri Bela: Gak Dibayar
-
Nagita Slavina Pakai Tas Rp 54 Juta Saat Kirim Sumbangan ke Palestina, Warganet Malah Cibir Desainnya Jelek
-
Pemberangkatan Kloter Pertama Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini Mulai 12 Mei
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Purbaya Sidak Pabrik Baja Asal China, Diduga Akali Pajak karena Cuma Bayar Rp 20 M
-
Bitcoin dkk Diramal Bisa Jadi Sistem Finansial Alternatif RI Dalam Waktu 3 Tahun
-
5 Tahun Holding UMi: Lebih Mudah, Dekat dan Berdampak untuk Nasabah PNM Mekaar
-
Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027
-
Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80
-
Bahlil Stop Ekspor Batu Bara Usai PLN Kekurangan Pasokan
-
Sandiaga Uno Suntik Modal MUTU, Pasar Karbon RI Jadi Incaran
-
Jasa Marga Tingkatkan Komitmen Pengelolaan Green Toll Road dan Transformasi Rest Area Berkelanjutan
-
LPS Naikkan Bunga Penjaminan Simpanan Rupiah, Kini Tembus 3,75%
-
Toko Online Wajib Punya NIB, Termasuk Penjual Barang Bekas: Ini Ketentuannya