Suara.com - Pemerintah bakal menyalurakan lagi bantun sosial (bansos) pangan berupa beras kepada masyarakat yang membutuhkan di tahun 2024. Pada tahun ini, sebanyak 22 juta keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bansos beras sebesar 10 kg selama 6 bulan hingga Juni 2024.
Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PosIND Tonggo Marbun menjamin, penyaluran bansos beras akan cepat dan tepat waktu, Pasalnya, perusahaan menggunakan aplikasi dan dasboard yang bisa dipantau secara langsung atau real live.
"PosIND pada CBP 2024 ini ikut menyalurkan di 20 provinsi. Sehingga untuk mengakomodir kecepatan dan ketepatan waktu penyaluran, selain menyediakan angkutan yang memadai, PosIND juga telah memfasilitasi penyaluan CBP dengan menggunakan aplikasi dan dashboard yang dapat dibantu realtime oleh BULOG dan Bapanas," ujarnya yang dikutip, Senin (22/1/2024).
Aplikasi tersebut antara lain untuk distribusi disediakan Aplikasi CBP untuk mengakomodir jumlah dan kuantitas beras yang telah dikeluarkan dari gudang BULOG hingga ke titik bagi. Kemudian pada saat penyerahan beras kepada penerima menggunakan Aplikasi PGC dan FDPos untuk mencetak BNBA.
Baca Juga: Penerima Bansos Beras dari Pemerintah Ditambah, Jadi 22 Juta di 2024
Aplikasi e-Filling telah dikembangkan untuk mengakomodir semua administrasi distribusi. Seluruh aktivitas CBP 2024 yang menggunakan Aplikasi milik PosIND dapat di capture realtime dalam Dashboard CBP sehingga transparan dan dapat terpantau dengan baik.
Dan yang terakhir adalah Aplikasi Customer Complaint Handling (CCH) dimana masyarakat dapat langsung bertanya, keluhan atau komplain dan lain hal kepada PosIND menggunakan media yang telah disediakan antara lain haloposcare, walking customer, media sosial dll. Keluhan atau komplain akan langsung ditanggapi oleh petugas terkait sehingga masyarakat dapat segera mendapat informasi yang dibutuhkan.
Direktur Utama Perum BULOG Bayu Krisnamurthi membeberkan keberhasilan program Bantuan Pangan Beras yang efektif menahan laju harga beras dan kemampuan daya beli yang turut mempengaruhi inflasi.
"Setelah tuntas menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 1,5 juta ton pada tahun 2023, kami langsung tancap gas menyalurkan kembali program ini untuk tahun 2024 yang dimulai sejak tanggal 2 Januari 2024," kata Bayu.
Baca Juga: Prabowo Subianto Sindir IMF Tidak Berpihak Pada Indonesia, Hanya Mau Untung
"Dengan penambahan jumlah Keluarga Penerima Manfaat bantuan pangan beras pada tahun 2024 menjadi 22 juta KPM dari sebelumnya 21,3 juta KPM, jika diasumsikan setiap keluarga rata-rata terdiri empat orang maka sudah 88 juta rakyat Indonesia yang merasakan manfaat dari program Bantuan Pangan ini," sambung Bayu.
Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi menerangkan bahwa data penerima manfaat yang saat ini diterima dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) telah melalui proses verifikasi berbagai pihak yang berwenang sehingga akurasinya dapat dipertanggungjawabkan.
"Data yang saat ini ada tentunya berasal dari Kemenko PMK, dan ini sudah melalui verifikasi di berbagai tempat diantaranya BPK dan BPKP. Nah, data ini kemudian diuji serta pemutakhiran datanya dilakukan setiap bulan sekali sampai dengan tiga bulan sekali dan akurasinya terus diperbaiki dengan smoothing," pungkas Arief.
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Strategi Menyimpan Uang THR untuk Generasi Sandwich, Anti Boncos Pasca Lebaran
-
Arus Mudik Lewat Kapal Ferry Diproyeksi Tembus 5,8 Juta Penumpang
-
TelkomGroup Gandeng F5 Hadirkan Solusi AI-secure Connectivity Melalui Data Center
-
BTN Siapkan Uang Tunai Rp23,18 Triliun untuk Kebutuhan Transaksi Lebaran 2026
-
Purbaya Yudhi Sadewa Optimis Investigasi Dagang AS Tak Pengaruhi Prospek RI
-
Purbaya Kurusan usai Jabat Menkeu, Akui Berat Badan Turun 9 Kg
-
Minyak Meroket Lagi Tembus US$100, Strategi Tekan Harga Ala Trump Gagal?
-
BGN Evaluasi Total! 1.512 Dapur MBG di Jawa Dihentikan Sementara
-
Satu Tahun Danantara Indonesia: Perkuat Fondasi untuk Masa Depan Generasi Indonesia
-
Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman