Suara.com - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) sebagai Lead Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk negeri, hal ini ditunjukkan dengan menandatangani nota kesepahaman dengan PT Geo Dipa Energi (Persero) tentang kerja sama joint study kegiatan operasi dan pengembangan serta survei, inspeksi, pengujian, verifikasi, konsultansi dan sertifikasi untuk mendukung pemasaran dan pengembangan bisnis energi panas bumi.
Pada kegiatan ini, turut dihadiri oleh Direktur Utama IDSurvey/BKI Arisudono Soerono, beserta jajaran Direksi BKI, Direktur Utama SUCOFINDO, Jobi Triananda Hasjim, Direktur Utama Surveyor Indonesia, M. Haris Wijtaksana, Direktur Komersial Surveyor Indonesia, Saifudin Wijaya, Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yudistian Yunis, dan Direktur Operasi Geo Dipa Energi, Supriadinata Marza.
“Sebagai perusahaan holding jasa survei yang bergerak dalam sektor Testing, Inspection, Certification, Classification & Statutory (TICCS), kami berkomitmen untuk mengakselerasi pembangunan berkelanjutan dengan menghadirkan layanan yang relevan dan membangun sinergi multipihak tak terkecuali dengan PT Geo Dipa Energi (Persero) dalam mendukung kontribusinya terhadap target energi terbarukan Indonesia,” ujar Direktur Utama IDSurvey, Arisudono Soerono dalam keterangan tertulisnya, Senin (5/2/2024).
Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan pengembangan bisnis di sector energy khususnya di bidang panas bumi dapat berkembang dan dapat berkontribusi untuk memajukan negeri yang mana Indonesia memiliki energi panas bumi yang banyak dilihat dari jumlah gunung berapi. Serta, dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mewujudkan langkah-langkah konkret bersama ke tingkat yang lebih strategis.
“Kami berharap dengan adanya kerjasama ini, membantu pengembangan studi geothermal dengan pengadaan tempat uji atau testing yang tersertifikasi dan laik serta efisiensi biaya pengujian yang mana selama ini kami selalu tidak ada tempat untuk melakukan pengujian selain di tempat negara asing. Kolaborasi IDSurvey dan Geo Dipa diharapkan dapat memberikan gambaran lebih utuh atas aturan pemerintah dan membuahkan sesuatu kepada negeri agar akselerasi dan perkembangan energi ini dapat sesuai dengan target pemerintah dan mewujudkan net zero emission di tahun 2060,” ujar Direktur Utama Geo Dipa Energi, Yustian Yunis.
“Besar harapan kami dapat mewujudkan visi bersama untuk mencapai traKami meyakini bahwa dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, sinergi ini akan memberikan kontribusi yang lebih besar untuk kemajuan bersama dalam skala yang lebih luas,” tutup Arisudono.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Rupiah Sentuh Rp17.500 per Dolar AS, BI Bongkar Penyebabnya
-
IHSG Masih Akan Turun ke Level 6.700, Rebalancing MSCI Bikin Investor Waspada
-
Saham Konglomerasi Berguguran dari Rebalancing MSCI, Ini Daftarnya
-
Qavah Group Mau Lipat Gandakan Investasi China ke RI
-
Harga Minyakita di Wilayah Timur Masih Melambung, Kemendag Soroti Kendala Logistik
-
Kadin China Kirim Surat Protes ke Prabowo, Keluhkan Royalti Tambang, RKAB Nikel hingga Satgas PKH
-
Pemerintah Waspadai Lonjakan Harga Gula Pasir, Skema SPHP Diusulkan
-
Siloam Tutup RUPST Tahun Buku 2025, Lanjutkan Pertumbuhan Berkelanjutan Lewat Diferensiasi Arketipe
-
Rupiah Ambruk ke Rp17.500, Pedagang Elektronik Pasar Minggu Ungkap Penjualan Telah Anjlok 50 Persen
-
Paradoks Beras: Stok Melimpah 5,19 Juta Ton, Harga di 105 Daerah Masih Melonjak