Suara.com - Pagi itu Jumadi berangkat pagi-pagi buta dari rumahnya kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Jumadi menuju RS Islam Sukapura di Jakarta Utara untuk menjalani oraperasi katarak, sebuah program persembahan dari Bank Mandiri Taspen.
Pensiunan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) itu berjalan teratih-tatih menggunakan tongkat dan harus dituntun oleh sang anak lantaran matanya hampir mengalami kebutaan total karena penyakit katarak yang dideritanya.
Pria berusia 70 tahun itu bercerita, dirinya sejak pensiun di Kemenlu tahun 2009 lalu mulai mengalami gejala katarak, mata kanannya mulai berkurang pengelihatannya. Namun, beberapa tahun terakhir penyakitnya bertambah parah.
Mata bapak dua anak itu hampir mengalami kebutaan total. Karenanya, selain menggunakan tongkat dia pun harus dibantu oleh anaknya dalam kehidupannya sehari-hari.
“Untuk jalan susah, mau apapun dan mau jalan kemana-mana ya harus dibantu anak saya, sudah ga keliatan,” ujar Jumadi ditulis Rabu (7/2/2024).
Jumadi menuturkan selama 36 tahun mengabdi sebagai pegawai negeri sipil, dirinya tidak penah mengalami ganguan pengelihatan, dia mengaku kondisinya sekarang membuatnya merasa menjadi beban keluarga.
“Ya, kan saya mau apa-apa harus dibantu anak mantu, makan minum, kalau jalan ditemenin, katanya takut jatuh karena tidak bisa ngeliat, apalagi istri saya sudah meninggal dua tahun lalu, jadi anak mantu tambah repot,” kata Jumadi.
Jumadi bersyukur dan berterima kasih bisa mengikuti operasi katarak gratis dari Bank Mandiri Taspen. Dia berharap matanya bisa sembuh dan program ini bisa terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi masyarakat.
“Harapannya operasi mata saya berjalan lancar dan saya bisa melihat lebih jelas lagi. Yang jelas adanya Bank Mandiri Taspen ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi seperti saya pensiunan ini,” ujar Jumadi.
Baca Juga: Waspada, Katarak Bisa Terjadi Pada Bayi Lahir Akibat Toksoplasma: Begitu Cara Atasinya
Senada dengan Jumadi, pasien Operasi Katarak lainnya, Marmi, juga harus berangkat lebih awal dari tempat tinggalnya di kawasan Jasingan, Kabupaten Bogor. Marmi merupakan istri dari seorang pensiunan guru yang juga menjadi nasabah bank Mandiri Taspen.
Ibu berusia 58 tahun yang sehari-harinya hanya sebagai rumah tangga biasa ini mengaku bersyukur program dari Bank Madiri Taspen yang bisa juga dirasakan oleh keluarga dari nasabahnya. Dia bercerita dirinya baru merasakan ada kelainan pada mata kanannya sejak setahun lalu. Awalnya Marni tidak memperdulikannya, namun lama kelamaan makin parah.
“Suami saya dapat info dari Bank Mandiri Taspen cabang Leuwiliang kalau ada Operasi Katarak. Alhamdulillah semoga mata saya bisa sehat lagi,” ujarnya.
Penyakit katarak merupakan gangguan degeneratif, menurut dr Rio Rhendy, Sp.M (K) dari Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI). Katarak mirip dengan uban di rambut. Katarak dapat dialami semua orang seiring dengan pertambahan usia.
“Meskipun munculnya berbeda pada setiap orang, biasanya katarak muncul di usia 56 tahun saat pensiun,” ujarnya saat pemeriksaan awal para pasien.
Dia menyebutkan katarak bisa berdampak sosial dan ekonomi pada keluarga penderita. Penderita katarak harus ditemani anggota keluarga untuk membantu aktivitas dan kesehariannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Mobil Bekas 60 Jutaan Kapasitas Penumpang di Atas Innova, Keluarga Pasti Suka!
- 5 Sepatu Lokal Senyaman Skechers, Tanpa Tali untuk Jalan Kaki Lansia
- 9 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- Cek Fakta: Viral Ferdy Sambo Ditemukan Meninggal di Penjara, Benarkah?
- 5 Sepatu New Balance yang Diskon 50% di Foot Locker Sambut Akhir Tahun
Pilihan
-
4 HP Memori Jumbo Paling Murah dengan RAM 12 GB untuk Gaming Lancar
-
In This Economy: Banyolan Gen Z Hadapi Anomali Biaya Hidup di Sepanjang 2025
-
Ramalan Menkeu Purbaya soal IHSG Tembus 9.000 di Akhir Tahun Gagal Total
-
Tor Monitor! Ini Daftar Saham IPO Paling Gacor di 2025
-
Daftar Saham IPO Paling Boncos di 2025
Terkini
-
Harga BBM SPBU Shell, Vivo, BP Serentak Turun, Ini Daftarnya
-
Dirut BSI Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan Nasabah di Tahun 2026
-
Penolakan Pembayaran Tunai, Wamendag Tegaskan Uang Cash Masih Berlaku di Pasar
-
Evaluasi Target Harga BUMI Usai Investor China Ramai Lego Saham Akhir 2025
-
Starbucks Masih Akan Tutup Tokonya di Tahun 2026, PHK Karyawan Mengintai
-
Menhub Catat 14,9 Juta Orang Naik Angkutan Umum Selama Nataru
-
Tak Sekadar Bisnis, Wook Group Dorong Pembangunan Sosial di Daerah Rawan Bencana
-
Purbaya Akui Suntikan Dana SAL Rp 276 Triliun ke Bank Belum Optimal ke Ekonomi
-
Update BBM Pertamina 1 Januari 2026: Harga Pertamax dan Dex Series Turun!
-
Menhub Soal Larangan Truk Sumbu Tiga: Bukan Matikan Bisnis, tapi Jaga Nyawa!