Suara.com - IPA Convention and Exhibition (“IPA Convex”) tahun 2026 bukan sekadar acara pameran dan konferensi rutin tahunan di sektor energi. Tahun depan, ajang ini telah memasuki lima dekade perjalanan panjang yang menjadikannya panggung utama di sektor hulu minyak dan gas (migas) di Indonesia pada khususnya dan Asia Tenggara pada umumnya. IPA Convex telah saksi sejarah sejumlah era dan kepemimpinan nasional terkait pengelolaan energi serta sekaligus diharapkan menjadi navigator bagi terciptanya swasembada energi nasional di masa depan.
Ketua Panitia IPA Convex ke-50 Tahun 2026, Hariadi Budiman, menegaskan bahwa acara pada edisi ke-50 ini akan menjadi perayaan yang besar dengan semangat kolaborasi demi mencapai target swasembada energi di masa mendatang. "Edisi spesial ini bukan hanya untuk IPA, tapi juga untuk seluruh industri migas. Pemerintah kini menekankan ketahanan energi dan ketahanan pangan sebagai prioritas nasional. Karena itu, kami ingin menjadikan edisi ke-50 benar-benar spesial dengan dukungan penuh dari berbagai pihak,” ujarnya pada saat acara IPA Convex 2026 Exhibition and Sponsorship Launch for IPA Associate Members and Public, di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.
Menurutnya, selama 49 kali penyelenggaraan, IPA Convex konsisten menjadi poros diskusi di sektor energi nasional dengan mempertemukan para pemangku kepentingan, seperti regulator, investor, akademisi, hingga para mahasiswa yang akan menjadi pemegang tongkat estafet industri ini di masa depan. Dari IPA Convex, telah banyak dihasilkan langkah-langkah yang strategis dan kebijakan baru sebagai arah dalam tata kelola sektor energi nasional.
Sementara itu, Chief of Sponsorship, Exhibition, and Registration Sub-Committee IPA Convex 2026, Septiana Dewi, pada acara yang sama sempat memaparkan skala acara yang akan diadakan pada 20-22 Mei 2026 di ICE BSD City, Tangerang tersebut, yaitu lebih dari 300 perusahaan peserta pameran, 35.000 pengunjung, 3.000 delegasi, dan 1.800 mahasiswa. IPA Convex 2026 juga menyiapkan 12 sesi konvensi, 180 sesi program teknis, dan sembilan youth program, serta zona baru seperti AI, digital, renewable energy, dan innovative energy solutions. Adapun tema besar dari IPA Convex 2026 ini adalah “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth”.
Selama lima dekade, penyelenggaraan IPA Convex juga tak pernah sepi dari kolaborasi lintas institusi, sektor, dan generasi. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, SKK Migas dan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak, serta para perusahaan migas dan jasa penunjang lainnya selalu hadir dan berpartisipasi menjadikan forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas berbagai hal demi meningkatkan daya tarik investasi sektor migas Indonesia dan sekaligus mencapai target produksi migas di tengah adanya berbagai tantangan baik secara global dan nasional.
Tidak hanya regulator dan investor, IPA Convex juga merangkul para profesional dan akademisi yang ingin menyampaikan publikasi atas karya-karya mereka terkait berbagai topik yang relevan dengan sektor energi. Alhasil, ratusan sesi presentasi teknis yang dilakukan baik secara oral maupun melalui poster akan selalu ditunggu oleh sejumlah pihak. Di tahun-tahun terakhir, Panitia IPA Convex juga memperluas keterlibatan perguruan tinggi dan para mahasiswa melalui beragam youth program yang diadakan, seperti IPA Goes to Campus, Student Debate Competition, dan sebagainya.
Tak berhenti di situ. Dialog lintas sektor juga menggema, khususnya terkait dengan adanya topik-topik baru seperti carbon capture and storage (CCS) dimana implementasinya akan sangat terkait dengan berbagai sektor atau industri. Di tengah adanya tuntutan global untuk menghasilkan energi yang lebih bersih dari sektor hulu migas, inisiatif seperti CCS ini dapat menjadi bukti bahwa sektor migas selalu adaptif dengan perubahan jaman namun dengan tetap memastikan adanya daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Lima dekade sudah berlalu. Penyelenggaraan IPA Convex ke-50 bukanlah titik akhir, melainkan awal yang baru. IPA Convex akan tetap relevan, bahkan semakin krusial, dalam mewujudkan target ambisius dari pemerintah di bawah pimpian Presiden Prabowo Subianto, yaitu pertumbuhan ekonomi 8%, swasembada energi berbasis gas bumi, dan swasembada pangan.
Kini, IPA Convex telah bersiap melangkah ke dekade berikutnya yang lebih besar, lebih berani, dan lebih strategis. Sebab energi bukan hanya soal sumber daya—melainkan soal kedaulatan, masa depan, dan keberlanjutan bangsa.***
Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar
Berita Terkait
-
BRI Peduli Salurkan Bantuan Sarana Produksi untuk Dukung UMKM Kreatif Sumbar
-
Kaesang Pangarep: Kirab Budaya PSI Hidupkan UMKM dan Seniman
-
Naik Kelas Bukan Sekadar Modal, UMKM Perlu Manajemen dan Strategi
-
PNM Dorong Pemberdayaan Program ULaMM untuk Menguatkan UMKM
-
NumoFest 2026 Dukung Ratusan Pelaku UMKM Lewat Gang Dagang, QRIS Tap, Sampai Film Bertema Religi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 5 HP Murah 5G di Bawah Rp2 Juta, Koneksi Kencang untuk Multitasking
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Bank Dunia: Danantara Kunci Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di 2027
-
RI Ekspor Ribuan Ton Klinker ke Afrika
-
Purbaya Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Triwulan Pertama Tinggi Bukan Karena Lebaran
-
Transaksi E-Commerce Tembus Rp96,7 Triliun, Live Streaming Jadi Sumber Pendapatan Baru Warga RI
-
Hadapi Musim Kemarau Panjang, Menteri PU Mau Penuhi Isi Bendungan
-
BRI Buka Layanan Money Changer, Tukar Riyal Jadi Lebih Praktis untuk Jamaah Haji
-
Purbaya Turun Tangan Atasi Proyek KEK Galang Batang, Investasi Rp 120 T Terancam Batal
-
Pengusaha Konstruksi Ngeluh Beban Operasional Naik 8% Gegara Harga BBM dan Material
-
Gelar RUPST, BRI Setujui Dividen Tunai Rp52,1 Triliun dan Perkuat Fundamental Kinerja
-
Menteri Dody Santai Anggaran PU Dipotong, Infrastruktur Tetap Jalan