- IHSG ditutup melemah 21 poin atau 0,25 persen ke level 8.289 pada perdagangan Kamis, 19 Februari 2026.
- Pelemahan terjadi meski bursa regional menguat didukung data industri AS yang solid dan positif.
- Pelaku pasar menanti kebijakan moneter Bank Indonesia yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada sesi pertama perdagangan Kamis, 19 Februari 2026. IHSG turun 21 poin atau 0,25 persen ke level 8.289.
Mengacu riset Pilarmas Investindo Sekuritas, pelemahan IHSG terjadi di tengah bursa regional Asia yang justru memperpanjang penguatan, mengikuti tren positif di Wall Street. Sentimen global ditopang data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang solid.
Produksi industri AS pada Januari tercatat naik 0,7 persen secara bulanan, meningkat dari sebelumnya 0,2 persen dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,4 persen.
Data tersebut memberi indikasi ketangguhan sektor riil AS dan memperkuat narasi bahwa ekonomi Negeri Paman Sam belum menunjukkan tanda perlambatan signifikan.
Namun demikian, pelaku pasar juga mencermati notulen rapat terbaru Federal Reserve. Risalah tersebut menunjukkan adanya perbedaan pandangan di kalangan pejabat The Fed.
Sebagian anggota membuka peluang penurunan suku bunga apabila tren disinflasi berlangsung konsisten. Sementara sebagian lainnya cenderung mempertahankan suku bunga tinggi, bahkan membuka ruang pengetatan tambahan jika inflasi sulit dikendalikan. Hal ini mencerminkan sikap The Fed yang tidak ingin terburu-buru dan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi.
Dari dalam negeri, pergerakan IHSG cenderung tertahan karena pasar menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan siang ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi domestik dan nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya risiko pasar keuangan.
Di sisi lain, sentimen eksternal juga datang dari agenda Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan bertemu para pemimpin bisnis AS di Washington. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia dan mempertegas posisi Indonesia dalam peta geopolitik serta ekonomi global.
Baca Juga: Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan pada Sesi I, sebanyak 34,67 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 16,41 triliun, serta frekuensi sebanyak 2,13 juta kali.
Dalam perdagangan hari ini, sebanyak 308 saham bergerak naik, sedangkan 369 saham mengalami penurunan, dan 281 saham tidak mengalami pergerakan.
Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada Hari ini diantaranya, KOCI, PART, SOTS, RMKO, SKBM, ARKO, ASHA, NSSS, BALI, MBMA, HDIT, IKAN.
Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, SSTM, ROCK, HILL, UNIC, VISI, CANI, GRPM, INTA, STAR, XILV, KPIG, MPPA.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi. Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI