Suara.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali membuka pintu bagi talenta-talenta muda Indonesia untuk bergabung dalam jajaran Pegawai Administrasi Tidak Tetap (PATT) tahun 2026.
Pengumuman ini disampaikan secara resmi melalui akun Instagram @bpjskesehatan_ri, menandai komitmen institusi dalam memperkuat kualitas layanan jaminan kesehatan nasional.
Periode pendaftaran telah ditetapkan mulai tanggal 14 Februari hingga 28 Februari 2026.
Mengingat BPJS Kesehatan merupakan pilar utama dalam sistem jaminan sosial Indonesia, posisi ini menawarkan pengalaman berharga di sektor pelayanan publik dengan jangkauan wilayah yang mencakup kantor pusat hingga pelosok daerah.
Formasi dan Kualifikasi Khusus
BPJS Kesehatan membuka beberapa kategori posisi yang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan dan keahlian kandidat. Berikut adalah pembagian formasi yang bisa Anda pilih:
1. PATT Wilayah Kerja Seluruh Indonesia
Formasi ini diperuntukkan bagi penempatan di Kantor Pusat, Kantor Kedeputian Wilayah (I hingga XII), hingga Kantor Cabang di tingkat kabupaten/kota. Ini adalah kesempatan emas bagi Anda yang ingin berkontribusi di daerah asal masing-masing.
Kriteria yang Dibutuhkan:
Baca Juga: RSCM Pastikan Pasien Tetap Dilayani Meski Status BPJS PBI Nonaktif
- Pendidikan minimal Diploma 3 (D3) dari seluruh program studi.
- Lulusan institusi pendidikan tinggi dengan akreditasi minimal B atau Baik Sekali.
- Berkomitmen penuh untuk bekerja secara full time dengan ikatan kontrak.
- Bersedia ditempatkan di unit kerja manapun di wilayah Kedeputian yang dipilih.
2. PATT Sekretaris dan Protokol (Khusus Kantor Pusat)
Posisi ini membutuhkan individu yang memiliki kemampuan komunikasi dan manajemen organisasi yang mumpuni untuk mendukung operasional manajerial di tingkat pusat.
Kriteria yang Dibutuhkan:
- Diutamakan pelamar wanita untuk peran Sekretaris dan laki-laki untuk peran Protokol.
- Pendidikan minimal D3 semua jurusan.
- Memiliki rekam jejak yang bersih dari pelanggaran hukum.
- Kandidat yang memiliki pengalaman di bidang kesekretariatan atau keprotokolan akan mendapatkan nilai tambah.
3. PATT Spesialis Jaringan dan Keamanan TI
Bagi para pejuang digital, formasi ini fokus pada pemeliharaan ekosistem teknologi informasi BPJS Kesehatan agar tetap aman dan stabil.
Kriteria yang Dibutuhkan:
- Pendidikan minimal Sarjana (S1) dari jurusan Sistem Informasi, Teknik Informatika, Teknik Komputer, atau bidang relevan lainnya.
- Memiliki pemahaman mendalam mengenai network security atau infrastructure IT.
- Bersedia bekerja dengan sistem shift guna menjaga keamanan jaringan selama 24 jam.
4. PATT Layanan Digital (PANDAWA & SENADA)
BPJS Kesehatan terus berinovasi dalam layanan digital. Formasi ini dibagi menjadi dua unit khusus:
PANDAWA: Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (Penempatan di D.I. Yogyakarta).
SENADA: Sentralisasi Edukasi dan Penanganan Pengaduan (Penempatan di Kabupaten Sleman).
Kriteria yang Dibutuhkan:
- Lulusan minimal D3 dari berbagai jurusan.
- Mampu berkomunikasi secara persuasif dan solutif.
- Bersedia bekerja dalam sistem rotasi atau shift untuk melayani pengaduan peserta.
Prosedur Pendaftaran dan Jadwal Penting
Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan digital. Para pelamar tidak dipungut biaya apapun selama tahapan rekrutmen berlangsung.
Langkah-langkah Pendaftaran:
Kunjungi laman resmi rekrutmen di: https://rekrutmen.bpjs-kesehatan.go.id.
Baca dengan teliti setiap syarat dokumen yang diminta.
Unggah dokumen pendukung dalam format yang telah ditentukan.
Pastikan media sosial atau tautan portofolio yang dicantumkan tidak berada dalam mode privat (dikunci) agar sistem dapat melakukan verifikasi dengan lancar.
Lini Masa Seleksi:
Buka Pendaftaran: 14 Februari 2026.
Batas Akhir Lamaran: 28 Februari 2026.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Latih Operator Dinsos Cara Reaktivasi BPJS PBI, Kemensos Pastikan Pengajuan Bisa Sehari Selesai
-
Kemensos Pandu Operator Dinsos se-Indonesia Cara Reaktivasi PBI JK
-
RS Wajib Terima Pasien PBI Darurat! Bakal Ada BPJS yang Kontrol
-
Cak Imin, Gus Ipul, dan Kepala BPS Bahas Akurasi Data PBI
-
Cak Imin Sebut Masih Ada Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan, Apa Alasannya?
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
Terkini
-
Harga Bitcoin Makin Sulit Tembus Level USD 70.000, Ini Penyebabnya
-
Perkuat Sistem Kelistrikan Aceh Selatan, PLN Operasikan SUTT dan GI 150 kV Blangpidie - Tapak Tuan
-
Bank RI yang Bangkrut di 2026 Makin Banyak, Ini Daftarnya
-
Ramalan Ekonomi 2026: Dunia Makin 'Gila', Prediksi Bisa Zonk dalam Semalam
-
Lima Dekade IPA Convex: Momentum, Kolaborasi, dan Masa Depan Energi Indonesia
-
BEEF Garap Proyek MBG, Siap Impor 2 Juta Sapi untuk Pasokan Susu
-
Cerita Mantan Tentara Jerman Banting Setir jadi Pengusaha Properti di RI
-
Phishing Marak, IPOT Jamin Punya Sistem Keamanan 3 Lapis Lewat xRDN
-
Pendapatan Anjlok, Emiten CASH Bakal Perbaiki Kinerja Keuangan
-
Harga Emas Antam Perlahan Naik Lagi, Hari Ini Tembus Rp 2,91 Juta/Gram