- Suku bunga global capai titik jenuh; ruang gerak The Fed makin sempit.
- Harga emas diprediksi rata-rata US$ 5.400, sementara Bitcoin cenderung stagnan.
- Ancaman resesi AS akibat gagalnya investasi AI dan krisis utang negara.
Suara.com - Menyusun proyeksi pasar keuangan seringkali menjadi pekerjaan yang "tak tahu terima kasih". Pasalnya, analisis tajam hari ini bisa mendadak basi hanya dalam semalam akibat pergeseran global terutama jika Donald Trump sudah naik ke podium konferensi pers.
Lembaga Elev8 dalam prospek publik perdana bertajuk 'Strategic Perspective 2026' menyoroti bahwa tahun ini akan menjadi periode transisi yang penuh gejolak.
Setelah ekonomi global tampil cukup tangguh sepanjang 2025 meski dihantam tarif dagang hingga konflik geopolitik, kini "bantalan" moneter mulai menipis.
Kabar kurang sedap datang bagi mereka yang berharap suku bunga bakal terus turun drastis. Elev8 menyebut 2026 adalah akhir dari siklus pelonggaran.
The Fed (Bank Sentral AS) diprediksi hanya menyisakan ruang pemotongan 50 basis poin, sementara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) punya ruang yang lebih sempit lagi. Satu-satunya yang melawan arus hanyalah Bank of Japan yang justru terus memperketat kebijakan.
"Pasar tenaga kerja mulai mendingin, tapi inflasi akibat tarif dagang dan biaya energi membuat bank sentral ragu untuk terus memangkas suku bunga," tulis laporan tersebut, dikutip Kamis (19/2/2026).
Pasar komoditas dan kripto menyuguhkan pemandangan kontras. Emas sempat mencetak sejarah dengan terbang ke level US$ 5.700 per ons troi pada awal Januari, sebelum rontok kembali ke bawah US$ 5.000 dalam hitungan hari. Meski volatilitasnya bikin sport jantung, emas diprediksi tetap bullish dengan rata-rata harga US$ 5.400 tahun ini.
Nasib berbeda dialami Bitcoin. Setelah kehilangan sepertiga nilainya dalam lima minggu pertama 2026, si 'emas digital' ini diprediksi hanya akan bergerak mendatar (konsolidasi).
"Katalis positif Bitcoin sudah habis terpakai. Kini Bitcoin masuk fase institusionalisasi yang lebih stabil tapi kurang tenaga untuk mencetak rekor tertinggi baru dalam waktu dekat," ungkap analisis Elev8.
Baca Juga: Prabowo Beberkan Masalah Negeri: Salah Urus Ekonomi sampai Kartel Ilegal
Investor diminta waspada terhadap empat "bom waktu" yang bisa meledak kapan saja pertama, belanja jumbo perusahaan teknologi (Big Tech) sebesar US$ 600 miliar terancam mubazir jika investasi AI gagal dimonetisasi. Kedua, konflik di Selat Hormuz dan stagnasi produksi AS bisa memicu lonjakan harga energi global. Ketiga, gencatan senjata AS-China segera berakhir dan negosiasi ulang pada 2026 diprediksi bakal berlangsung panas dan keempat, Gunung utang pemerintah AS dan Eropa yang makin tinggi mengancam stabilitas dolar dan kepercayaan investor global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Impor Barang Modal RI Melonjak 34 Persen
-
Laba Bersih Melonjak 79 Persen, Seabank Bakal Luncurkan Debit Card Tahun Ini
-
Neraca Dagang Indonesia Surplus USD 1,27 Miliar, Apa Saja Faktor Pendukungnya
-
Harga Cabai Rawit dan Beras Naik, Daging Sapi Turun Harga
-
Pembatasan BBM Berpotensi Bikin Harga Kebutuhan Pokok Naik
-
Penyebab Iran Tak Jalin Kerjasama Kilang Minyak dengan Indonesia Meski Kaya SDA
-
Harga Emas Pegadaian Minggu 5 April 2026: Antam, UBS, dan Galeri24 Bakal Naik?
-
Profil PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), Emiten Fasilitas Batu Bara Milik Haji Isam
-
Pasokan Sulfur Macet: Konflik Timur Tengah Ancam Naikkan Harga Baterai EV Hingga Pupuk RI
-
Mengurai Efek Domino Perang AS-Israel Vs Iran terhadap Perdagangan RI