Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, penerimaan dari pajak hanya sebesar Rp 149,25 triliun pada Januari 2024 atau sekitar 7,5 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Angka itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2023 yang mencapai Rp 162,3 triliun.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meskipun penerimaan seret, tetapi tren penerimaan pajak masih meningkat. Hal ini tercermin dari penerimaan pajak bruto yang mencapai Rp 180,13 triliun pada Januari 2024.
Sayangnya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu tidak merinci lebih lanjut penyebab penurunan setoran pajak itu.
"Jadi dalam hal ini, penerimaan pajak kita masih cukup positif, meskipun kita tahu bahwa tahun 2021-2022 pertumbuhan penerimaan pajak kita sangat tinggi," ujarnya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2024, yang dikutip, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga
Sri Mulyani Ungkap Kementerian Prabowo Habiskan Rp500 Miliar Anggaran Hanya Satu Bulan
Secara rinci, penerimaan pajak ini lebih banyak disumbang dari pajak penghasilan (PPh) non migas dengan nilai Rp 83,69 triliun atau setengah lebih dari total penerimaan pajak.
Selanjutnya, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) menyetorkan sebanyak Rp 57,76 triliun. Kemudian, ada setoran PPh migas mencapai Rp 5,99 triliun.
"Lalu PBB dan pajak lainnya Rp 810 miliar atau 2,14 persen (dari target)," imbuh dia.
Sri Mulyani melihat, tren positif juga terjadi pada realisasi penerimaan PPN dalam negeri. Tidak hanya itu, PPh 21 juga menunjukkan tren positif, di mana menyumbangkan setoran pajak sebesar Rp 28,3, triliun.
Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Kementerian Prabowo Habiskan Rp500 Miliar Anggaran Hanya Satu Bulan
"Jenis-jenis dari penerimaan pajak berdasarkan sektor ini menggambarkan bahwa seluruh sektor masih berkontribusi positif terhadap penerimaan pajak kita," pungkas Bendahara negara tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar
-
Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?
-
Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan
-
Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?
-
Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!
-
Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera
-
Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan
-
Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula
-
Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar
-
Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex Naik, ESDM Ungkap Penyebabnya