Suara.com - Kantor Kementerian PUPR di IKN sudah mulai digarap, usai dipastikan oleh Ketua Satgas (Kasatgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis Sumadilaga.
"Sudah tahap pembersihan lahan atau clearing and grubbing, kontraknya sudah dua bulan lalu," ujar Danis, Senin (26/2/2024)..
Kantor Kementerian PUPR yang sedang dibangun di Ibu Kota Negara (IKN) memiliki dua bagian, yaitu wing 1 dan wing 2. Dengan demikian, ada dua paket kontrak yang terlibat, di mana nilai paket kontrak untuk wing 2 mencapai Rp1,3 triliun, sedangkan untuk wing 1 sebesar Rp640 miliar.
Proyek pembangunan kantor Kementerian PUPR tersebut dijadwalkan akan selesai secara bertahap pada bulan Agustus dan Desember tahun ini.
Sebagai informasi tambahan, berdasarkan Rencana Induk IKN yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara, tahap awal implementasi pembangunan IKN pada periode 2022-2024 dibagi menjadi tiga arah kerja utama, yaitu pembangunan perkotaan, pembangunan infrastruktur, dan pembangunan ekonomi.
Arah kerja pembangunan perkotaan melibatkan kegiatan yang terkait dengan perencanaan tata kota dan relokasi pemerintahan. Pada periode 2022-2023, rencananya akan dilakukan pembangunan tahap awal di sebagian Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada tahap 1A Sub-BWP I.
Pada Tahap 1, perumahan untuk ASN, TNI, Polri dan BIN akan dibangun, baik berbentuk rumah tapak maupun unit apartemen, sarana peribadatan, pasar, serta fasilitas akmamin akan disediakan untuk mendukung konstruksi dan tahap awal pemindahan.
Pada awal tahun 2023, awal tahun 2024, hingga tahun 2025 dan selanjutnya, pembangunan fasilitas litbang, perguruan tinggi kelas dunia, lembaga pendidikan sepanjang hayat, pusat inovasi, fasilitas kesehatan, dan rumah sakit internasional akan dimulai.
Relokasi penduduk akan dimulai dengan TNI, Polri, dan BIN di tahun 2023 (relokasi pelopor) dan relokasi representasi badan eksekutif, legislatif, yudikatif, serta ASN akan dilakukan di awal tahun 2024.
Baca Juga: IKN Beroperasi 17 Agustus, Diresmikan Jokowi atau Presiden Baru?
Tahap 1 tercapai ketika perpindahan ASN dimulai. didominasi oleh pekerja konstruksi dan pertahanan keamanan, terutama pada Kawasan Ibu Kota Nusantara (KIKN).
Berita Terkait
-
Penampakan Rumah Dinas Para Menteri di IKN: Super Mewah, Fasilitas Bikin Melongo
-
Viral Potret Mewah Rumah Menteri di IKN, Warganet Gak Rela: Rakyat Untuk Beras Aja Harus Antre Panjang
-
Siap-siap! Pemerintah Buka 200.000++ Lowongan CPNS untuk Fresh graduate
-
Menpan RB Ungkap Teknis Hingga Syarat ASN Pindah ke IKN
-
IKN Beroperasi 17 Agustus, Diresmikan Jokowi atau Presiden Baru?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi
-
Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok
-
Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay
-
Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen
-
IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000
-
RUPS 2025 Patra Jasa Catat Kinerja Positif Dorong Pertumbuhan Pendapatan Perusahaan
-
Rupiah Konsisten Menguat pada Rabu
-
Dihantam China, Purbaya Mau Hidupkan Lagi Mimpi Indonesia soal Nikel
-
Apa itu Panda Bonds? Benarkah Ngutang ke China Bisa Perkuat Rupiah?
-
Trading Saham Tak Lagi Andalkan Insting, Tapi Bisa Pakai AI