Suara.com - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mulai bergerak mengeluarkan kebijakan yang cocok ketika dirinya menjadi Presiden. Terutama, kebijakan soal BUMN-BUMN ke depannya.
Bahkan, Calon Presiden nomor urut 02 ini, sempat bertanya kepada Menteri BUMN Erick Thohir soal nasib hotel BUMN. Prabowo meminta saran kepada Erick Thohir apakah Hotel-hotel pelat merah masih diperlukan.
"Kita tidak perlu hotel BUMN. Menurut Anda bagaimana Pak Erick? Tapi saya minta nasehat anda. Saya ingin mengambil pendekatan yang masuk akal, saya ingin mendapatkan nesehat sebanyak-banyaknya dari manapun dan saya ingin input-input yang terbaik," ujarnya dalam Mandiri Investment Forum (MIF) 2024 di Jakarta, Selasa (5/3/2024).
Menanggapi pertanyaan Prabowo, Erick Thohir menjawab bahwa, langkah calon presiden itu sejalan dengan programnya yang mengurangi jumlah BUMN. Justru, menurut dia, dengan mengurangi jumlah BUMN akan membuat lebih efisien dan berdaya saing.
"Dalam roadmap 2024-2034 kalau bisa BUMN jumlahnya 30-an, yang sekarang dari 108 jadi 41 itu baru tahun ini. Seperti yang Pak Prabowo sampaikan, misalnya apakah perlu BUMN mempunyai hotel yang banyak," jelas Erick.
Ketua Umum PSSI ini mengakui, banyaknya hotel yang dimiliki oleh BUMN. Maka dari itu, Erick melakukan konsolidasi dari satu BUMN memiliki satu hotel, kekinian hanya tersisa 122 hotel.
"Memang dulunya setiap BUMN punya hotel, sekarang zamannya saya hotel-hotel itu dikonsolidasikan menjadi satu payung yaitu jumlah 122 hotel,"ucap dia.
Erick Thohir menambahkan, sebenarnya BUMN seharusnya bisa menjadi penggerak ekonomi kerakyaktan. Selain itu, BUMN juga bisa menjadi senjata perekonomian RI ke depannya.
"Contohnya, membuat (KEK) Sanur itu kan menjadi pusat wisata kesehatan dan terakhir yang paling penting ialah ekonomi kerakyatan di mana BUMN itu menjadi tadi 92 persen, ultra mikro dan mikro masih juga di BUMN," beber Erick.
Baca Juga: Jawaban Prabowo Ditanya soal Bursa Calon Menkeu
Setujui empat nama Menkeu Prabowo
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir mengaku setuju soal 4 calon Menteri Keuangan yang berlatar bankir yang bakal dipilih oleh Prabowo Subianto jika sudah diumumkam menjadi pemenang Pilpres 2024.
"Empat-empatnya bagus. Tapi, saya bukan posisinya untuk menilai itu. Pasti ada otoritas yang lebih mengerti," kata Erick Thohir di Jakarta, dikutip Minggu (4/3/2024).
ET sapaan akrabnya pun sudah mengetahui 4 calon yang dimaksud tersebut, yakni Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Mahendra Siregar, Wakil Menteri BUMN Kartiko Wirjoatmodjo dan Direktur Utama Bank BNI Royke Tumilaar.
"Ya, figur-figur (diatas) yang sangat bagus menurut saya," tambah Erick.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Tak Cuma AS, Pemerintah RI Siapkan 'Karpet Merah' DHE SDA Eksportir Asing
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
Danantara Sumberdaya Indonesia Beroperasi, Pemerintah Masih "Buta" Soal Target Kinerja
-
DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai
-
Belajar dari 'TikTok', Rugi di Pasar Modal: Bahaya Investasi Berbasis Tren Media Sosial
-
Bisnis Gerai Minuman di Tengah Tekanan Ekonomi, Ada yang Tutup dan Berkembang
-
IHSG Ambles Tapi Aset Emiten Melesat Rp94 Triliun, Ini Penyebabnya
-
Harga CPO Anjlok Pertengahan Tahun 2026, Kemendag Ungkap Penyebabnya
-
Rincian Aturan Baru Pajak UMKM: CV, Firma, dan PT Baru Kehilangan Fasilitas PPh
-
Harga Pangan Kian Meroket: Cabai Merah Besar Tembus Rp107 Ribu, Beras Ikut Naik