Suara.com - Beberapa tahun lalu, menjadi pegawai startup merupakan impian banyak orang. Iming-iming gaji besar dan lingkungan kerja dinamis jadi hal yang indah untuk calon pekerja. Tapi tahukah Anda belakangan tren gaji pegawai startup turun?
Kabar tentang penurunan gaji pegawai startup sebenarnya bersamaan dengan gelombang PHK yang terjadi di beberapa startup, baik yang berskala kecil atau besar. Perlahan tetapi pasti, angka gaji yang ditawarkan terus menurun untuk level awal dan menengah.
Cukup banyak sumber yang memaparkan data terbaru mengenai gaji pegawai startup ini. Mengacu berbagai sumber, rata-rata karyawan startup di Indonesia akan mengalami penurunan gaji sekitar 3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan paling signifikan dialami oleh karyawan yang berada di level awal, dengan waktu kerja 1 hingga 3 tahun yang bisa mencapai 5%.
Pada level menengah, penurunan gaji yang terjadi adalah 4% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk level senior gaji yang diterima cenderung stagnan, tanpa ada perubahan apapun. Hal ini jelas menjadi sebuah anomali, mengingat startup umumnya berani menawarkan gaji besar pada pegawai di setiap level sesuai dengan bidang industrinya.
Pemicu Penurunan Gaji
Penurunan gaji yang terjadi diduga karena berlakunya prinsip ekonomi dasar tentang permintaan dan penawaran. Hal ini ditandai dengan adanya pemutusan hubungan kerja secara cukup masif sejak dua tahun ke belakang.
PHK ini terjadi karena penurunan tren transaksi dan permodalan yang masuk ke startup, sehingga kekuatan ekonomi yang dimiliki bisnis jenis ini juga menurun. Di waktu yang sama, suplai tenaga kerja yang ada di Indonesia terus meningkat, dan menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan permintaan dan kebutuhan industri terkait.
Startup, secara umum, juga tengah melakukan upaya efisiensi operasional. Mengacu pada berbagai sumber, sepanjang tahun 2023 lalu lebih dari 40% perusahaan asal Singapura, Indonesia, dan Vietnam menyatakan masih berada dalam fase pemangkasan anggaran untuk perekrutan pegawai.
Baca Juga: 78 Pegawai Terlibat Pungli Cuma Disuruh Minta Maaf di Lapangan, KPK: Kami Berduka
Jika melihat tren di pasar tenaga kerja, minat pada rekrutmen yang dibuka perusahaan startup cenderung masih cukup tinggi, meski tidak lagi setinggi beberapa tahun yang lalu ketika bidang ini menjadi primadona pencari kerja.
Tren yang beredar sedikit menurunkan antusiasme pencari kerja, dan memilih pekerjaan yang lebih stabil, seperti rekrutmen CPNS, atau perusahaan yang lebih solid dari segi bisnis dan keuangan. Setidaknya dengan dua hal ini, stabilitas finansial juga dapat diperoleh pencari kerja yang berharap pada kepegawaian jangka panjang.
Sedikit bocoran, gaji pegawai startup di bidang pemasaran dengan pengalaman 1 hingga 3 tahun berada di rentang Rp6,000,000-an hingga Rp10,000,000-an saja untuk tingkat terbaik.
Meski demikian tren gaji pegawai startup turun ini tetap membawa dampak signifikan pada jumlah pelamar yang mengajukan diri untuk mengisi berbagai posisi di sana.
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
eFishery Sambangi Yogyakarta, Kenalkan eFeeder Hingga Kabayan untuk Budidaya
-
78 Pegawai KPK Dihukum Minta Maaf: "Cuma Teatrikal Ketimbang Tobat Substansial"
-
78 Pegawai Pungli di Rutan KPK Minta Maaf, Tapi Ini Belum Berakhir!
-
Diburu Wartawan! Otak Pungli KPK jadi Staf Bapemperda DKI: Hengki Masih Ngantor Seperti Biasa
-
78 Pegawai Terlibat Pungli Cuma Disuruh Minta Maaf di Lapangan, KPK: Kami Berduka
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026