Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap langsung ngegas menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis pagi. Hal ini, setelah adanya hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), di mana pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menang pilpres.
Seperti dikutip dari Antara, pada awal perdagangan, rupiah dibuka naik 55 poin atau 0,35 persen menjadi Rp15.668 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.723 per dolar AS.
"Dari sisi dalam negeri, besar kaitannya dengan hasil akhir KPU yang memenangkan pasangan Prabowo-Gibran," ujar analis Finex Brahmantya Himawan yang dikutip, Kamis (21/3/2024).
Menurut dia, pasar berekspektasi Presiden dan Wakil Presiden RI yang terpilih dalam Pemilu RI 2024 akan meneruskan kebijakan pro-pertumbuhan ekonomi dan berkelanjutan dari Presiden RI Joko Widodo.
Hal tersebut mendasari sentimen positif bagi rupiah ke depan.
Selanjutnya, pelantikan pasangan calon terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI dijadwalkan pada 20 Oktober 2024. Sementara, pada 1 Oktober 2024, diagendakan pelantikan calon terpilih anggota DPR RI dan DPD RI.
Selain hasil pilpres, rupiah menguat didorong dari keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed menahan suku bunga acuan atau Fed Funds Rate (FFR) di kisaran 5,25 - 5,55 persen.
Keputusan The Fed tersebut bernada dovish karena The Fed memperkuat ekspektasi pasar bahwa suku bunga acuan FFR dapat diturunkan tiga kali pada 2024.
Hal tersebut akan memberikan sentimen pada bank sentral lainnya di seluruh dunia mengenai potensi akan penurunan ini, salah satunya Indonesia yang akan berdampak pada sentimen pesimis dolar AS selanjutnya dapat menguatkan rupiah atas dolar AS.
Baca Juga: Undang Banyak Pihak Sekali Rapat, Benarkah Anggaran Sidang Isbat Habiskan Miliaran Rupiah?
Selain suku bunga The Fed, keluarnya bank sentral Jepang atau Bank of Japan dari suku bunga negatif sangat optimistis bagi Indonesia karena Jepang merupakan mitra dagang Indonesia.
Brahmantya memperkirakan rupiah memiliki batas harga atas di Rp15.700 per dolar AS dan batas harga bawah pada angka Rp 15.570 per dolar AS pada Kamis ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat
-
Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram
-
Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak
-
Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?
-
Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur
-
Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG
-
BRI Hadirkan Cara Baru Menabung Emas Otomatis Saat Transfer di BRImo
-
Asumsi ICP 2027 Dinaikkan Mas Bahlil, Paling Tinggi 95 Dolar AS/Barel
-
Indonesia Bidik Turis Tajir, Seaplane Resmi Beroperasi dari Banyuwangi
-
Program Kompor Listrik Masih Digeber Mas Bahlil di 2027, Anggarannya Rp 815 M