Suara.com - BUMN jasa konsultasi rekaya, PT Indra Karya (Persero) mengincar nilai kontrak Sebesar Rp 800 miliar pada tahun 2024 ini. Angka ini lebih tinggi dari realisasi nilai kontrak pada tahun 2023 sebesar Rp 600 miliar.
"Untuk 2024 kami akan mencoba mencatatkan kontrak kurang lebih Rp 800 miliar," ujar Direktur Indra Karya, Eko Budiono yang dikutip, Rabu (27/3/2024).
Untuk mencapai itu, Indra Karya ikut serta dalam proyek-proyek infrastruktur milik pemerintah, seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam proyek itu, perseroan terlibat dalam penataan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim).
"Di IKN kita terlibat dalam manajemen konstruksi induk," ucap dia.
Adapun, selama ini perseroan telah berperan mengawasi proyek-proyek infrastruktur proyek strategis nasional (PSN) yang diantaranya, Bendungan Jatigede yang ada di Sumedang, Jawa Barat, Bendungan Beringin Sila, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Lolak, di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara.
Kemudian, PLTA Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat, PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, dan PLTM Harjosari, Pekalongan, Jawa Tengah.
Eko menambahkan, pada tahun ini fokus Indra Karya masih tetap pada pengelolaan Sumber Daya Air (SDA). Kekinian, proyek di SDA merupakan sumber pendapatan terbesar Indra Karya.
"Itu menjadi tantangan kami untuk bisa terus menjaga SDA ini tetap menjadi penyeimbang, atau menjadi pondasi untuk ketahanan pangan kita," jelas dia.
Baca Juga: Jadi Operator Bus Mudik Gratis BUMN, Gimana Layanan Reguler Damri?
Namun tidak menutup kemungkinan, bilang Eko, Indra Karya menggarap potensi infrastruktur non SDA, terlebih dengan adanya banyak sumber pendanaan yang diakses perusahaan.
"Sebaran kami ini BUMN sudah ada, swasta lebih kuat, loan juga semakin besar, tinggal nanti sejauh mana 2024 kita dorong. Apalagi peluang untuk loan ini semakin besar. Terutama dalam hal menyikapi masalah banjir, ini luar biasa," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!