Suara.com - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) akan menebar dividen tunai sebesar Rp 972 miliar atau Rp 972 per lembar saham ke pemegang saham. Keputusan ini sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Sekretaris Perusahaan Adira Finance, Perry B Siangor menjelaskan, nilai dividen itu setara dengan 50 persen dari laba bersih Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023. Emiten bersandi saham ADMF ini akan membayarkan dividen tersebut pada 2 Mei 2024 mendatang.
"Adira Finance secara konsisten terus memberikan apresiasi atas dukungan para pemegang saham. RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp19,4 miliar atau 1% dari laba bersih sebagai dana cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas," ujar Perry yang dikutip, Rabu (3/4/2024).
Para pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Dewan Komisaris, seluruh anggota Direksi kecuali Jin Yoshida yang tidak diangkat kembali karena telah mendapatkan penugasan baru sebagai Direktur PT Bank Danamon Indonesia Tbk.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Jin Yoshida atas dedikasi dan kontribusinya terhadap Perusahaan selama masa tugasnya. Kami berharap beliau dapat terus sukses kedepannya. Selain itu, RUPST juga menyetujui pengangkatan kembali seluruh anggota Dewan Pengawasan Syariah," kata Perry.
Kemudian, dalam RUPT itu juga menyetujui pengangkatan Bapak Sigit Hendra Gunawan, Bapak Sylvanus Gani
Kukuh Mendrofa, dan Bapak Takanori Mizuno, masing- masing selaku Direktur Perusahaan, yang menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari OJK.
"Kami menyambut baik Bapak Sigit Hendra Gunawan, Bapak Sylvanus Gani Kukuh Mendrofa, dan Bapak Takanori Mizuno selaku Direktur Perusahaan. Kami yakin dengan keahlian, pengalaman, dan kapabilitas yang mereka miliki, akan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Perusahaan dan Industri Pembiayaan," imbuh Perry.
Dengan demikian susunan keanggotaan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan menjadi sebagai berikut
Komisaris
Komisaris Utama: Daisuke Ejima
Komisaris Independen: Krisna Wijaya
Komisaris Independen: Manggi Taruna Habir
Komisaris: Eng Heng Nee Philip
Komisaris: Congsin Congcar
Komisaris/Commissioner: Hafid Hadeli
Baca Juga: BJBR Tebar Dividen Rp1 Triliun Setara 58,27 Persen dari Laba Bersih
Direksi
Direktur Utama: I Dewa Made Susila
Direktur: Swandajani Gunadi
Direktur: Niko Kurniawan Bonggowarsito
Direktur: Harry Latif
Direktur: Denny Riza Farib
Direktur: Sigit Hendra Gunawan
Direktur: Sylvanus Gani Kukuh Mendrofa
Direktur: Takanori Mizuno
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa RI Anjlok ke Rp32 Triliun
-
Tak Ambil Pusing Soal Outlook Peringkat Moody's, Airlangga: Indonesia Tetap Investment Grade
-
Rupiah Amblas Imbas Moody's Kasih Rating Negatif ke Indonesia
-
Emas Antam Hari Ini Harganya Lebih Murah, Dipatok Rp 2,85 Juta/Gram
-
IHSG Langsung Ambruk di Bawah 8.000 Setelah Moody's Turunkan Outlook Rating
-
BEI Naikkan Batas Minimum Free Float Jadi 15 Persen Mulai Maret 2026
-
Smelter Nikel MMP Matangkan Sistem Jelang Operasi Penuh
-
Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar
-
OJK Restrukturisasi Kredit 237 Ribu Korban Bencana Sumatera
-
Moodys Pertahankan Rating Indonesia di Baa2, BI Tegaskan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat