Suara.com - Elon Musk, CEO perusahaan mobil listrik (Electric Vehicle atau EV) Tesla Incorporation serta angkutan antariksa SpaceX bersiap menaikkan gaji para insinyur bidang Artificial Intelligence atau AI.
Dikutip dari Fox Business, upaya ini dilakukan untuk menangkis usaha perburuan tenaga kerja bidang AI atau kecerdasan buatan yang dilakukan OpenAI, pencipta ChatGPT.
Elon Musk sendiri adalah salah satu pendiri OpenAI pada 2015, lalu mengundurkan diri dari kedudukan sebagai dewan direksi pada 2018.
Saat ini, OpenAI dianggap sebagai pemimpin dalam AI generatif setelah chatbot ChatGPT-nya menjadi aplikasi perangkat lunak dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Hal ini terjadi hanya dalam enam bulan sejak diluncurkan pada November 2022.
Kesuksesan ini memicu peluncuran bot saingannya yang dibuat Microsoft, Google, dan sejumlah perusahaan rintisan.
Microsoft sendiri adalah investor besar di OpenAI dan memberikan miliaran dolar kepada perusahaan ini.
Pesatnya perkembangan AI telah menempatkan para insinyur AI dalam kondisi in high demand alias permintaan yang tinggi, bahkan ketika perusahaan teknologi mengumumkan gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK di bidang lain selama setahun terakhir.
Secara terbuka, ayah lima anak sekaligus miliarder teknologi ini menjawab pertanyaan The Information lewat media sosial X (dulu Twitter) bahwa pakar machine learning untuk otak mobil-mobil Tesla, Ethan Knight bakal pindah dari divis sektor AI milik Elon Musk, xAI.
“Ethan bakal pindah ke OpenAI. Perusahaan ini secara agresif merekrut insinyur Tesla dengan tawaran kompensasi besar-besaran dan sayangnya, berhasil pula!” demikian diketik Elon Musk.
Baca Juga: Perkuat Posisi Brand di Pasar Indonesia, Hankook Jadikan Mazda Mitra Distribusi Ban
Bagi Elon Musk, data berperan penting dalam kesuksesan kerajaan bisnisnya.
Pengumpulan data, analisis, dan pemanfaatan data sangat penting bagi inovasi, optimalisasi, dan upaya masa depan perusahaannya, antara lain Tesla, dan SpaceX.
Sementara itu, seperti dikutip dari Euros News, pada 2023 Tesla melaporkan pendapatan tahunan sebesar 96,8 miliar dolar Amerika Serikat (AS), atau meningkat 15 persen dari tahun sebelumnya.
Laba bersih Tesla juga melonjak pada 2023, sebagian besar disebabkan oleh manfaat pajak satu kali.
Sedangkan SpaceX sebagai perusahaan swasta tidak mengungkapkan informasi keuangannya secara publik.
Namun bisa diperkirakan pendapatannya berdasarkan kontrak peluncuran dan layanan internet satelit, Starlink. Analis industri berpendapat bahwa SpaceX adalah perusahaan multi-miliar dolar dalam hal pendapatan tahunan.
Berita Terkait
-
Dinilai Lebih Cepat dan Presisi, Bagaimana Teknologi AI BRIN Bantu Petakan Pesisir Pantura?
-
Tesla Lolos dari Ancaman Recall 2 Juta Unit Mobil Listrik Terkait Fitur Mengemudi Satu Pedal
-
Menyelamatkan Akal Sehat: Penggunaan AI Berguna atau Bahaya?
-
Pembatasan AI bagi Siswa SD hingga SMA: Melindungi atau Mengancam Masa Depan Anak Bangsa?
-
Video Benjamin Netanyahu Minum Kopi, Grok: 100 Persen Palsu, Buatan AI
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Telkom dan PGN Perkuat Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global
-
ADB Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2 Persen di 2026
-
Penerimaan Pajak dari MBG Cuma 3-5 Persen, Setara Rp 10,05 T hingga Rp 16,75 T
-
Toko Online Dibanjiri Produk China, Purbaya Mau Tarik Pajak E-commerce Pertengahan 2026
-
Negosiasi Buntu, Iran ke AS: Rasakan Harga Bensin Kalian!
-
Komitmen Nyata BRI Group, Sinergi Holding UMi Perkuat Fondasi Ekonomi Masyarakat
-
Purbaya Kesal Restitusi Pajak 2025 Tembus Rp 360 Triliun, Duga Ada Kebocoran
-
OJK Sebut Banyak Orang Mulai Malas Bayar Cicilan Pindar
-
Karpet Merah Family Office di Bali: Ambisi Prabowo, Warisan Luhut, dan Kiblat Abu Dhabi