Suara.com - Lebaran Topat atau Lebaran Ketupat dikenal sebagai bagian dari tradisi warga Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menampilkan keseruan perang-perangan persahabatan.
Dua kubu saling melempar ketupat ditonton ribuan orang, dan terjadi perputaran uang antara lain lewat retribusi parkir, suguhan kuliner, penyewaan tikar atau alas duduk di pantai, sampai oleh-oleh dan penginapan.
Dikutip dari kantor berita Antara, Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap melakukan pengawasan terhadap sejumlah titik objek wisata setelah menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung yang berlibur pada saat Lebaran Idul Fitri dan Lebaran Topat 2024.
"Setelah Lebaran, objek wisata pantai ramai dikunjungi terutama saat sore dan puncaknya terjadi waktu perayaan tradisi Lebaran Topat pada Rabu (17/4/2024)," jelas Cahya Samudra, Kepala Dispar Kota Mataram, di Mataram, Jumat (19/4/2024).
Ia menambahkan bahwa pengawasan setelah Lebaran Topat dilakukan pada sore hari dan secara mobile.
Dispar Kota Mataram melakukan pengawasan antara lain dilakukan di Pantai Gading, Mapak Indah, Loang Baloq, Tanjung Karang, Pantai Boom Ampenan, Pantai Pura Segare, Bintaro, serta ke Pantai Meninting.
Dengan melihat antusias masyarakat berkunjung ke sejumlah objek wisata pantai di Kota Mataram, sejak H+1 Lebaran 2024, Dispar menargetkan tingkat kunjungan bisa mencapai 25.000 orang.
"Target kunjungan wisata pascalebaran sebanyak 25.000 orang rata-rata merupakan wisatawan lokal," lanjut Cahya Samudra.
Dalam upaya pengawasan objek wisata setelah Lebaran, Dispar Kota Mataram juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram.
Baca Juga: 20.208 Kendaraan Libur Lebaran 2024 Diangkut Kapal Feri dari Sumatera
Meskipun BPBD tidak lagi menyiapkan posko khusus pengawasan di wilayah pantai, namun BPBD diharapkan bisa tetap melakukan patroli sebagai upaya antisipasi potensi bencana.
"Dengan demikian, masyarakat bisa menikmati liburan di pesisir pantai Kota Mataram dengan aman dan nyaman," ungkapnya.
Setelah Lebaran Topat, Dispar Kota Mataram memprediksi tingkat kunjungan warga ke objek wisata terutama pantai akan berlanjut hingga akhir pekan ini.
Apalagi Lebaran Topat jatuh saat hari kerja dan terjadi hujan pada sore hari, sehingga banyak anggota masyarakat yang belum puas bahkan belum sama sekali berwisata dan memilih untuk berlibur pada akhir pekan ini.
"Karena itulah, pengawasan kami tetap berlanjut hingga akhir pekan di 9,1 km pantai Kota Mataram, dengan memprioritaskan titik-titik paling ramai pengunjung," pungkas Cahya Samudra.
Tag
Berita Terkait
-
Ada Hokum dan Pegasus 3, Intip 5 Film di Bioskop untuk Sambut Libur Panjang
-
5 Shio Paling Beruntung Selama Akhir Pekan 4-5 April 2026, Kamu Termasuk?
-
4 Tempat Wisata Ramah Anak di Solo untuk Mengisi Waktu Libur Panjang
-
Bosan ke Ragunan? 5 Destinasi Wisata Murah di Jakarta yang Bikin Liburan Hemat dan Berkesan!
-
5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Dolar 'Cekik' UMKM: Harga Kedelai Tembus Rp545 Ribu, Perajin Tahu Tempe Terpaksa 'Sunat' Ukuran
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Influencer hingga Selebgram Tak Bisa Lagi Nikmati Pajak UMKM 0,5%
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Tok! Pemerintah Coret Influencer dan Selebgram dari Daftar PPh Final UMKM 0,5 Persen
-
Rupiah Terus Terpuruk, Djarot PDIP: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar tapi Harga Sembako Melambung Tinggi!
-
BTN Kucurkan Kredit Rp1,5 Triliun ke Pindad, Sokong Produksi Maung MV3 Hingga Amunisi
-
Rupiah Sekarat Menuju Rp18.000: Kebijakan BI Dinilai Terlambat Jinakkan Bom Waktu Fiskal dan Global
-
Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!
-
Harga Kakao Melonjak Tajam Efek Selat Hormuz Ditutup, Kemendag Rilis Patokan Baru