- Perputaran uang libur Imlek 2026 diproyeksi tembus Rp9 triliun.
- Mobilitas jutaan warga picu kenaikan penumpang pesawat, KA, dan Whoosh.
- Kadin optimistis target pertumbuhan ekonomi 5,5% di Kuartal I tercapai.
Suara.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2026 bukan sekadar ritual budaya, melainkan motor penggerak ekonomi nasional yang masif. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memproyeksikan perputaran uang selama libur panjang Imlek tahun ini bakal menyentuh angka fantastis, yakni lebih dari Rp9 triliun.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengungkapkan bahwa angka ini didorong oleh mobilitas masyarakat yang melonjak tajam, baik melalui jalur udara, laut, maupun darat.
"Perkiraan atau potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp9 triliun lebih," ujar Sarman dalam keterangan resminya, Selasa (17/2/2026).
Data Kadin menunjukkan pergerakan manusia di berbagai moda transportasi meningkat signifikan dimana jalur udara mengangkut sebanyak 1.744.820 orang melalui Bandara Internasional Soekarno–Hatta, penumpang kereta api konvensional mencapai hampir 1 juta orang, Kereta Cepat Whoosh mencatat lonjakan 25 persen atau sekitar 25 ribu penumpang dan kendaraan pribadi sekitar 1,6 juta kendaraan bergerak, dengan 831.000 meninggalkan Jabodetabek dan sisanya masuk ke area ibu kota.
Potensi jumbo ini dihitung berdasarkan basis masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia yang mencapai 11,25 juta orang, di mana tradisi mudik dan belanja menjadi pemicu utama konsumsi.
Kadin meyakini konsumsi rumah tangga selama Imlek akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi di awal tahun. Sarman optimistis momentum ini akan mengawal pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di angka 5,5 persen.
"Target kuartal I sebesar 5,5 persen ini menjadi modal besar untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 di kisaran 5,4-5,6 persen," imbuhnya.
Optimisme ini kian menebal mengingat setelah Imlek, Indonesia akan memasuki masa Ramadan dan Idul Fitri. Sebagaimana diketahui, momen Lebaran merupakan puncak perputaran uang dan konsumsi rumah tangga terbesar di Tanah Air.
Dengan estafet momentum konsumsi ini, lantai ekonomi nasional diharapkan terus memanas sepanjang semester pertama 2026.
Baca Juga: Viral, Intip 3 Spot Foto Imlek Tercantik di PIK: Ada Naga Terpanjang se-Indonesia!
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kementerian PU Jelaskan Kunker Menteri Dody dan Keluarga ke New York Jelang Final Piala Dunia
-
Sebanyak 81 BPR Akan Digabung Menjadi 24 hingga Juni 2026
-
Danantara Lebur 4 BUMN Manajer Investasi
-
Ribut-ribut Soal Skema Bagasi Pesawat, Mana yang Lebih Baik?
-
Tiga Perusahaan RI Tersandung Sengketa Bisnis sama Malaysia, Kapal-kapal Ditahan
-
Transaksi Kripto Naik di Mei 2026
-
Investor Serok Borong BBCA, Jual BMRI dan TPIA di Tengah Penguatan IHSG
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
PNM Raih Penghargaan atas Komitmen Perkuat Ekonomi Syariah Masyarakat Akar Rumput
-
Pulihkan Harapan Masyarakat, Brantas Abipraya Dukung Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera