Suara.com - Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya pencegahan terjadinya krisis air dan mencegah banjir yang saat ini semakin menjadi isu mengkhawatirkan di berbagai belahan dunia. Menanggapi hal ini, Indra Karya selaku konsultan BUMN yang berfokus pada bidang keairan telah rampungkan pembangunan Bendungan Ameroro.
Bendungan yang terletak di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara ini memiliki kapasitas tampung 88 juta meter kubik.
Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa luas genangan yang mencapai 398 hektare dapat mampu mengurangi dan mereduksi intensitas banjir di wilayah sekitar Konawe.
"Kapasitas tampungnya 88 juta meter kubik, ini bendungan yang sangat besar sekali. Dengan luas genangan 389 hektare dan dapat mengurangi banjir, mereduksi banjir yang sebelumnya ada di wilayah Konawe," ujar Jokowi saat peresmian, Selasa lalu.
Bendungan Ameroro merupakan bendungan ke-40 yang rampung, dan telah selesai dibangun pada akhir 2023.
Sementara, Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Gok Ari Joso Simamora mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan kepada Indra Karya dalam menggarap pembangunan Bendungan Ameroro.
"Indra Karya selaku Konsultan BUMN berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami harap, komitmen ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat di Konawe Sulteng." kata dia.
Dalam proyek ini, Indra Karya dipercayakan sebagai konsultan konstruksi yang mengerjakan pembangunan Bendungan Ameroro di Kabupaten Konawe dengan lingkup pekerjaan manajemen konstruksi (MK), pengawasan mutu dan kualitas, studi longsoran, dan rencana tanggap darurat (RTD).
Selain memiliki kapasitas tampung dan luas genangan yang sangat besar, Bendungan Ameroro juga berikan manfaat peningkatan layanan irigasi seluas 3.363 ha yang dapat meningkatkan intensitas pertanaman sebanyak 300 persen.
Baca Juga: Jokowi Turun Gunung Benahi Bea Cukai, Kemenkeu Bisa Apa?
Bendungan yang dibangun pada Desember 2020 ini mampu menyediakan kebutuhan air baku bagi masyarakat di Kabupaten Konawe sebesar 522 liter per detik dan mereduksi banjir hingga 443 meter kubik per detik.
Sebagai informasi, selain memiliki layanan jasa konsultan di bidang konstruksi, Indra Karya juga mengerjakan feasibility study, project proposal, detail desain, survei dan investigasi pada jalan dan jembatan, bangunan dan gedung, serta memperkuat layanannya di bidang energi dan energi baru terbarukan.
Indra Karya memiliki laboratorium geoteknik yang menyediakan layanan pengujian mekanika tanah, pengujian air dan udara yang terintegrasi yang memiliki jasa survei dan mapping topografi, survei geologi dan geoteknik, hidrologi dan hidrometeorologi, survei eskplorasi geofisika, serta tes laboratorium yang akurat dan terkalibrasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Pemasukan Keluarga
-
Dukung Kompetensi Jurnalisme, Pegadaian Kembali Gelar UKW untuk Ratusan Wartawan Indonesia
-
Impor Migas Indonesia Meroket 70 Persen, Tembus Rp 70 Triliun Lebih dalam Sebulan
-
Harga Emas Lokal Diprediksi Makin Merana Pekan Ini
-
Syarat dan Cara Driver Ojol Ajukan Pinjaman KUR, Bisa Dapat Ratusan Juta
-
B50 Resmi Diterapkan, Gapki Sebut Tak Ada Kendala Pasokan CPO
-
Dana SAL Mau Ditarik, Bos BSI Ingatkan Jangan Mendadak agar Pasar Tak Bergejolak
-
Musim Masuk Sekolah Bikin Ritel Bergairah, Penjualan Sepatu Meningkat
-
Bukannya Senang, Driver Ojol Justru Kecewa Kebijakan Potongan 8%
-
Pajak Marketplace Resmi Berlaku, DJP Bidik Penerimaan Negara Tembus Rp 24 Triliun