Suara.com - Program Jemput Gabah yang disediakan Badan Usaha Logistik atau Bulog minim diminati oleh petani. Pasalnya mereka sudah mempunyai hubungan yang baik dan terikat dengan para penggilingan kecil yang ada di daerahnya masing-masing.
Dikutip dari kantor berita Antara, Bayu Krisnamurthi, Direktur Utama Perum Bulog mengatakan bahwa pihaknya tetap akan mengadakan dan melanjutkan program Jemput Gabah meskipun minim diminati petani.
Dipaparkannya bahwa selama ini yang terjadi adalah petani menjual gabah ke penggilingan kecil atau pun pengepul dengan kadar air sekitar 25-30 persen.
Selanjutnya para penggilingan kecil atau pengepul yang akan menjual ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog.
“Untuk jemput gabah beras yang dilakukan Bulog ternyata tidak banyak yang memanfaatkan fasilitas jemput gabah beras. Namun apakah program Jemput Gabah beras akan dihilangkan? Tidak. Tetap ada, kami standby saja. Tetap ada,” tandas Bayu Krisnamurthi saat meninjau langsung Sentra Penggilingan Padi (SPP) Bulog di Karawang, Jawa Barat, Senin (20/5/2024).
“Mereka berhitung apakah masuk, atau dapat untung nggak? Ternyata masih bisa. Jadi, dengan relaksasi harganya masih bisa masuk. Mereka tidak memilih program tadi, tidak menggunakan jemput gabah beras,” lanjutnya.
Bayu Krisnamurthi menekankan bahwa program Jemput Gabah merupakan sinyal kepada pasar bahwa Bulog siap untuk masuk hingga ke tingkat petani guna menjaga stabilitas harga.
“Kalau memang dibutuhkan (jemput gabah) kami bisa. Jadi, tujuannya kalau tidak bisa memasarkan padi menggunakan pendekatan konvensional, bisa melakukan pendekatan yang dilakukan Bulog,” urainya.
Perum Bulog mencatat sudah melakukan penyerapan sebanyak 1.050.000 ton gabah kering panen di tingkat petani atau 535.000 ton setara beras untuk pengadaan beras dalam negeri hingga 19 Mei 2024.
Baca Juga: 10 Ton Beras Harga Terjangkau Dipasarkan per Hari, Atasi Kebutuhan Warga Sorong Papua
“Total pengadaan Bulog per 19 Mei 2024 itu sudah mencapai 535 ribu ton setara beras atau kurang lebih 1.050.000 ton setara gabah,” kata Bayu Krisnamurthi.
Beras tadi diserap untuk penguatan cadangan beras pemerintah (CBP). Jumlah 535.000 ton adalah gabungan antara beras yang ditugaskan oleh pemerintah atau public service obligation (PSO) hingga beras komersial.
Musim panen raya pada musim tanam pertama atau MT1 akan berakhir dalam dua minggu ke depan.
Bulog memprediksi hingga akhir Mei 2024 menargetkan dapat menyerap beras petani sebanyak 600 ribu ton setara beras.
Berita Terkait
-
Alasan Pemerintah Gunakan Beras Bulog untuk Jemaah Haji
-
Pasok 2.800 ton Beras untuk Jemaah Haji, Bulog Minta Bangun Gudang di Arab Saudi
-
Melimpah di Gudang, Mahal di Piring: Mengapa Harga Beras RI Begitu Mahal?
-
Ironi Lumbung Pangan Indramayu: Harga Gabah Naik, Petani Terpaksa Beli Pupuk di Pasar Gelap
-
Bulog Klaim Margin 7% Bukan Tambah Cuan, Tapi Kompensasi
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
AFTECH Rilis Buku Panduan Kolaborasi Pindar-Bank Perluas Akses Kredit
-
WOOK Group Investasi Talenta Digital Lewat Beasiswa
-
Kapitalisasi Pasar Saham RI Kembali Naik Tembus Rp 14.889 triliun
-
BRI Barca Week 2026 Jadi Momentum Peluncuran BRI Debit FC Barcelona
-
DEWA Tuntaskan Buyback Saham Hampir Rp 1 Triliun, Rampung Lebih Awal
-
Pemerintah Kaji Larangan Ekspor Timah Mentah, Bahlil Minta Bank Biayai Hilirisasi
-
Saham MGLV Naik 4.271 Persen, Kini Resmi Dikuasai Raksasa Data Center
-
Profil PT Hillcon Tbk (HILL), Harga Sahamnya Anjlok Parah Usai Gugatan PKPU
-
Harga Emas dan Perak Menguat, Sinyal Penguatan Jangka Panjang?
-
Saham BUMI Diborong Lagi, Target Harganya Bisa Tembus Level Rp500?