- Menko Pangan Zulhas memantau stabilitas harga serta ketersediaan pangan di Pasar Atas Baru Cimahi, Selasa (30/12/2025).
- Hasilnya menunjukkan stok melimpah dan fluktuasi harga bahan pokok masih terkendali menjelang tahun baru.
- Pemerintah mengapresiasi sinergi daerah dalam menjaga kelancaran distribusi logistik pangan selama periode libur panjang.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas melakukan kunjungan kerja ke Pasar Atas Baru Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (30/12/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung stabilitas harga serta ketersediaan pasokan bahan pangan pokok di penghujung Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026.
Zulhas didampingi Menteri Perdagangan, Direktur Utama Bulog, serta Bupati Bandung Barat. Rombongan disambut Wali Kota Cimahi, Deputi Badan Pangan Nasional, serta satuan perangkat daerah setempat dalam kunjungan tersebut.
Peninjauan dilakukan di area lantai dua pasar dengan menyasar los daging sapi, daging ayam, ikan, beras, telur, hingga sayur-mayur. Zulhas juga berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendengar kondisi pasokan dan pergerakan harga di tingkat pasar.
Selain memantau harga, Zulhas turut membeli sejumlah bahan pangan dan membagikan beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada masyarakat yang berada di area pasar. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga pangan bagi konsumen.
Ia mengatakan, pemerintah ingin memastikan masyarakat dapat menyambut pergantian tahun dengan tenang tanpa dibayangi lonjakan harga.
“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat merayakan pergantian tahun dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga pangan. Hasil pantauan hari ini di Pasar Atas Baru Cimahi menunjukkan stok melimpah dan fluktuasi harga masih sangat terkendali,” ujar Zulhas dalam keterangannya, Rabu (31/12/2025).
Dari hasil pemantauan di lapangan, stok beras SPHP dilaporkan tersedia melimpah dengan harga Rp62.500 per kemasan 5 kilogram.
Selain itu, tersedia pula beras premium asal Cianjur dan Ciparay dengan harga di kisaran Rp14.900 per kilogram.
Baca Juga: HET Beras Mau Dihapus
Untuk komoditas minyak goreng rakyat, Minyakita terpantau stabil di harga Rp15.700 per liter. Kondisi ini mencerminkan distribusi yang relatif lancar di tingkat pasar.
Faktor cuaca yang dinilai cukup baik turut mendukung kelancaran pasokan dari daerah sentra produksi di Jawa Barat. Situasi tersebut membuat harga cabai dan bawang merah cenderung stabil dibandingkan sepekan sebelumnya.
Pada komoditas protein hewani, harga telur ayam ras tercatat turun dari Rp32.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada daging ayam ras yang bergerak dari Rp42.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.
Meski permintaan meningkat, harga kedua komoditas tersebut masih berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Sementara itu, harga daging sapi kualitas terbaik dilaporkan relatif stabil di kisaran Rp130.000 per kilogram. Stabilitas ini menjadi indikator pasokan daging sapi masih terjaga menjelang akhir tahun.
Berita Terkait
-
Panggul Beras Menteri Zulhas Disorot, Apa Tugas Menko Pangan?
-
Zulhas Bantah Jadi Biang Kerok Banjir Sumatera
-
Mendag Busan Mulai Kecangkan Ikat Pinggang Jaga Pasokan Bahan Pokok Saat Nataru
-
Jelang Nataru, Mendag Busan Ungkap Kondisi Pasokan Bahan Pokok: Harga Cabai dan Bawang Mahal
-
Pasokan Rusia dan Venezuela Terancam, Harga Minyak Dunia Melonjak
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel
Terkini
-
Rupiah Ditutup Menguat, Dolar AS Turun ke Level Rp16.983
-
Siap-siap! Investor Bank Danamon Raih Dividen Rp 142 per Saham
-
Transformasi Kerja dan Efisiensi Energi Keniscayaan di Tengah Dinamika Global
-
Pengamat: Penjatahan BBM Subsidi Masih Wajar dan Efektif Tekan Konsumsi Energi
-
Harga Stabil Rp4.500, PGN Dorong BBG Jadi Opsi Ekonomis Bagi Kendaraan
-
125 Tahun Mengabdi Untuk Negeri, Pegadaian Perkuat Layanan Digital Melalui Tring!
-
Belanja di Korea Selatan Kini Tidak Perlu Tukar Uang, Bisa Pakai QRIS
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
-
Inflasi Maret 2026 Tembus 0,41 Persen, Kenaikan Harga Pangan dan Bensin Jadi Biang Keroknya
-
Isu Harga BBM Melejit, Warga Jakarta 'Panic Buying' Pertamax Hingga Ludes!