Suara.com - PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) / PT PII kembali menorehkan jejaknya di kancah internasional. Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI tersebut berpartisipasi aktif dalam Asia Infrastructure Forum 2024 – Forum terkemuka bagi pelaku infrastruktur di Asia - yang diselenggarakan oleh Infrastructure Asia (“InfraAsia”), di mana PT PII berperan sebagai program partner dalam acara yang berlangsung di Suntec Singapore Convention & Exhibition Center, Singapura.
Dalam gelaran internasional tersebut, PT PII meresmikan kolaborasi dengan InfraAsia, sebuah institusi bagian dari Enterprise Singapore dan Monetary Authority of Singapore, yang memiliki misi mendukung pertumbuhan sosial dan ekonomi melalui pembangunan infrastruktur yang bekerja sama dengan berbagai pihak baik pemerintah dan swasta di regional Singapura dan sekitarnya.
PT PII dan InfraAsia bersepakat untuk melakukan kerja sama dan menuangkannya dalam bentuk dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang meliputi Market Awareness; Konsultasi proyek dan fasilitas derisking; serta pengembangan kapasitas untuk pemerintahan khususnya pada proyek manajemen persampahan, supply air bersih dan/atau manajemen limbah air, infrastruktur urban dengan konsep rendah karbon atau sektor lainnya.
Adapun seremoni penukaran dokumen MoU dilakukan oleh Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo dengan Executuve Director InfraAsia, Lavan Thiru, disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo dan Second Minister for Finance and National Development Singapura, Indranee Rajah pada hari pertama Asia Infrastructure Forum 2024.
Direktur Utama PT PII M. Wahid Sutopo menyampaikan bahwa kolaborasi antara PT PII dan InfraAsia bertujuan untuk mendukung pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia melalui kemitraan strategis internasional sehingga meningkatkan aksesabilitas terhadap investasi luar negeri, global expertise, pembiayaan, dan dukungan lainnya.
“Dengan adanya kerja sama ini, PT PII dapat menguatkan posisinya sebagai PPP Hub di Indonesia, terutama bagi para investor dan finencier di Singapura dan wilayah sekitarnya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pembangunan infrastruktur nasional yang berkelanjutan serta meningkatkan nilai tambah melalui investasi dan pembiayaan luar negeri” kata Sutopo ditulis Kamis (6/6/2024).
Sementara itu, Direktur Eksekutif InfraAsia, Lavan Thiru, menyatakan bahwa MoU ini berperan penting bagi InfraAsia, khususnya dalam kemitraan strategis antara Singapura dan Indonesia untuk mempercepat pertumbuhan infrastruktur di Singapura dan sekitarnya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Upaya yang kohesif dan terkoordinasi antara sektor publik dan swasta sangat penting untuk mewujudkan tujuan infrastruktur berkelanjutan di Asia dan InfraAsia berkomitmen untuk mendorong lebih banyak inisiatif kolaboratif di wilayah ini.
I “Kami sangat antusias bermitra dengan PT PII untuk memajukan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.” kata Lavan Thiru.
Baca Juga: Tak Hanya Infrastruktur Pemerintahan, Pusat Kuliner Akan Dibangun di IKN
Selain inisiatif kerjasama tersebut, sebagai program partner Asia Infrastructure Forum 2024, PT PII berperan dalam sharing session, yaitu pada sesi Ideation Roundtable serta sesi Project Discussion.
Pada sesi Ideation Rountable bertajuk “Mobilizing Debt Capital Market for Sustainable Infrastructures in Emerging Asia”, Direktur Utama PT PII, M. Wahid Sutopo menyampaikan keynote speech terkait tantangan dan peluang dalam pembangunan inftrastruktur di regional ASEAN, bagaimana pentingnya keterlibatan swasta dalam pembangunan infrastruktur, serta fasilitas yang diberikan pemerintah Indonesia untuk mendukung partisipasi pihak swasta dalam berinvestasi membangun infrastruktur di berbagai sektor melalui skema KPBU.
Selain itu, juga disampaikan peran PT PII dengan mandatnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan, khususnya dalam hal peningkatan bankability dan credit enhancement melalui penjaminan serta mandat lainnya yaitu penyediaan Project Development Facility (PDF) yang mencakup aspek finansial, teknis, dan hukum mulai dari tahap persiapan, tahap transaksi, hingga financial close.
Dalam kesempatan ini, PT PII juga berbagi pengalaman luas dan pembelajaran dari pelaksanaan berbagai proyek KPBU yang mereka dukung.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah dengan Development Agency dalam proses penyiapan proyek, menyediakan fasilitas derisking untuk memastikan bankability dan commercial viability proyek, serta mempertimbangkan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) pada proyek menjadi sangat krusial untuk memastikan keberlanjutan proyek infrastruktur,” ungkap Sutopo.
Sementara itu, Direktur Bisnis PT PII, Andre Permana dalam sesi Project Discussion bertajuk “Urban Infrastructure: Balancing Growth & Sustainability” menyampaikan peran pemerintah khususnya Kementerian Keuangan dalam mendukung pelaksanaan KPBU di Indonesia dengan menyediakan alat fiskal dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur, yaitu seperti Project Development Facility (PDF), Viability Gap Funds (VGF) dan Penjaminan Pemerintah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pakar Prediksi Harga BBM Nonsubsidi dan Bahan Baku Impor Naik!
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Yang Pusing Pengusaha!
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
Menjelang Bitcoin Pizza Day, Member Indodax Hampir Tembus 10 Juta Pengguna
-
Kesabaran Trump ke Iran Habis, Harga Minyak Naik Lagi
-
IPC TPK Area Panjang Datangkan Crane Raksasa Post Panamax dari China
-
Bagi-bagi Jabatan! Trump Tunjuk Sahabat Dekat Untuk Jadi Bos The Fed
-
Perkuat Investasi Teknologi, Presiden Prabowo Saksi Penandatanganan MoU Danantara dan Hisense
-
Airlangga Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp7 Triliun dari Belarus
-
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Turun, Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Melemah