Suara.com - Teriakan kurir dengan satu kata ‘Paket’ menggema sampai ke jutaan rumah tiap harinya di Indonesia. Ini menandakan makin pentingnya layanan jasa logitik memainkan perannya di tengah tren belanja daring yang semakin digemari masyarakat.
Tak banyak orang sadar, peran kurir secara tidak langsung telah memenuhi kebutuhan dan keinginan banyak orang lewat berbelanja online di eCommerce. Seperti diketahui, hampir seluruh pemain eCommerce di Indonesia, menyediakan layanan jasa kirim dari berbagai perusahaan ekspedisi atau pengiriman barang ekspres.
Menurut Asosiasi Pengusaha Logistik eCommerce (APLE), peran jasa logistik makin vital belakangan ini. Berbagai diskon hingga paling sering diketahui yakni insentif promo gratis ongkir menjadi pemikat seseorang dalam berbelanja. Maka tak heran, yang paling banyak dicari orang dalam berbelanja online ialah; apakah disediakan layanan gratis ongkir dalam pla orm tersebut.
“Di dalam dunia ecommerce memang banyak sekali promo-promo atau upaya meningkatkan layanan dan kemudahan agar transaksi terus berjalan. Hal ini dikarenakan tolak ukur performance dari sebuah pla orm adalah GMV (Gross merchandise value) yaitu jumlah transaksi dan growthnya sehingga upaya aktif menjaga agar transaksi berjalan terus dan dan salah satunya memberikan layananan antar yang menarik dan terjangkau,” kata Ketua Umum APLE Sonny Harsono, ditulis Kamis (20/6/2024).
Seperti diketahui, pla orm seperti Blibli, Lazada, Shopee dan Tokopedia hampir menggunakan strategi yang sama demi menggaet pengguna. Gratis ongkir selalu dicari-cari, dan pengguna bisa menerka jasa kurir yang akan dipakai berdasarkan waktu pengiriman. Bukan berdasarkan siapa perusahaan ekspedisi si pengirim.
Bila ditelusuri satu per satu, tidak satupun eCommerce yang mencantumkan nama perusahaan pengirim (jasa logistik) pada bagian check out barang sebelum transaksi dilakukan. Semua eCommerce hanya menampilkan, layanan reguler, same day, instant, kargo dan lainnya.
Layanan itu juga hanya menampilkan; waktu kedatangan pengiriman barang dan harga. Praktik ini pun dilakukan raksasa eCommerce dunia Amazon. Bisa dikatakan, konsumen lebih mementingkan kecepatan barang tiba dan adanya insentif biaya pengiriman.
Di Tokopedia juga demikian, begitu juga yang terjadi di Shopee, Blibli, Lazada hingga Tiktok Shop. Pengguna jika sudah memilih barang yang ingin dibeli, tahap selanjutnya adalah memilih jasa pengiriman berdasarkan layanan. Mulai dari paling cepat hingga ekonomi/standar yang memungkinkan konsumen mendapatkan gratis biaya pengiriman alias gratis ongkir.
Di sisi lain, Sonny berpandangan, perlu dipelajari lebih lanjut dugaan monopoli yang belakangan mencuat kepada perusahaan eCommerce. Sebab fakta di lapangan, semua pemain eCommerce hanya menggunakan teknik marketing promosi silang antara pla orm dengan jasa kurir yang tera liasi.
Baca Juga: Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Tekankan Mata Uang dan Kedaulatan, Bidik Daerah 3T Kalimantan Barat
Hampir semua pla orm eCommerce pula, memberikan ruang bagi jasa logistik lain. Dengan kata lain, pengguna dan konsumen lah menjadi yang terakhir memilih; jasa kurir mana yang paling tepat buat mereka.
“Harus diperhatikan agar bisnis eCommerce yang sifatnya sedikit berbeda dengan bisnis konvensional pada umumnya dapat dijadikan pertimbangan utama agar asas fairness dan competitiveness dari industry digital tetap tumbuh dan tidak dirugikan,” sambung Sonny.
Berita Terkait
-
Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2024 Tekankan Mata Uang dan Kedaulatan, Bidik Daerah 3T Kalimantan Barat
-
Raup Rp7,5 M di Shopee Live, Mami Louisse Akan Kembali Live 29 Jam, Ada Flash Sale iPhone 11 Rp6 Ribu Saja!
-
Diduga Puluhan Paket Surabaya ke Banjarmasin Terbakar di Sebuah Truk Viral, Publik Soroti Uang Ganti Ruginya
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Kylian Mbappe Blak-blakan: Taktik Deschamps Bikin Prancis Gagal ke Final Piala Dunia
-
Panas! Teror Suara Suporter Argentina Tenggelamkan Lagu Kebangsaan Inggris
-
Tekel Brutal Enzo Fernandez Lolos Kartu Merah, Wasit Ismail Elfath Dikecam
-
Kapan Zinedine Zidane Diumumkan sebagai Pelatih Baru Prancis?
-
Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia 2026, Rumah Lamine Yamal Nyaris Dibobol Rampok
-
Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026, Michael Olise Dihujani Kritik Pedas
-
Messi Anak Emas FIFA! Petisi Coret Argentina dari Piala Dunia Tembus 10 Juta Tanda Tangan
-
Susunan Pemain Argentina vs Inggris: Tuchel dan Scaloni Bikin Kejutan di Starting XI
-
The Beatles Warnai Rivalitas Argentina vs Inggris: Dominasi Tangga Lagu hingga Skandal Band Palsu
-
Kursi Botol Berterbangan, Suporter Argentina Bakul Pukul Jelang Lawan Inggris