- OJK memproyeksikan industri dana pensiun akan tumbuh dua digit pada tahun 2026, didorong program wajib dan sukarela.
- Tantangan utama industri dana pensiun di 2026 adalah potensi imbal hasil investasi menurun akibat suku bunga BI turun.
- OJK mendorong industri dana pensiun memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas pengelolaan investasi secara prudent.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan industri dana pensiun bakal tumbuh tinggi di tahun 2026.
Hal ini berasal dari program pensiun wajib maupun sukarela, yang masih akan mencatatkan pertumbuhan dua digit dalam beberapa waktu ke depan.
Proyeksi tersebut mencerminkan optimisme regulator terhadap perkembangan sektor dana pensiun sebagai salah satu pilar penting dalam sistem keuangan nasional.
Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, mengatakan pertumbuhan industri dana pensiun baik dari program pensiun wajib dan sukarela akan double digit.
Hal ini seiring dengan penurunan suku bunga yang sudah dilakukan Bank Indonesia sepanjang tahun 2025.
"Dana Pensiun masih akan menghadapi tantangan pada tahun 2026 di dalam pengelolaan portofolio investasi. Penurunan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) akan berdampak pada potensi penurunan tingkat imbal hasil investasi yang akan diperoleh Dana Pensiun," jelasnya dalam jawaban tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (1/1/2025).
Kata dia, tantangan lain yang tak kalah penting adalah penentuan strategi alokasi aset yang optimal.
Di tengah volatilitas dan pergerakan pasar keuangan yang semakin dinamis, pengelola dana pensiun dituntut mampu menyeimbangkan antara upaya menjaga tingkat imbal hasil dan pengelolaan risiko investasi secara prudent.
Untuk itu, OJK mendorong industri dana pensiun untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pengelolaan investasi, serta memperluas literasi dan inklusi dana pensiun.
Baca Juga: OJK Tancap Gas Konsolidasi Bank, Ratusan BPR/S Akan Digabung
Apalagi, dari sisi kepesertaan, pertumbuhan jumlah peserta juga menjadi perhatian utama, khususnya bagi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Hal ini agar industri dana pensiun dapat tumbuh secara sehat, berkelanjutan, dan berkontribusi optimal terhadap stabilitas sistem keuangan nasional.
"DPLK dituntut untuk terus berinovasi, baik dari sisi produk maupun layanan, agar dapat menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas," kata Ogi.
Sementara itu, berdasarkan data per Oktober 2025, nilai penempatan dana pensiun pada SRBI tercatat sebesar Rp4,09 triliun atau sekitar 1,06 persen dari total investasi.
Ke depan, SRBI masih berpotensi diminati sebagai instrumen jangka pendek dengan risiko rendah dan imbal hasil yang kompetitif, namun alokasi investasi dana pensiun tetap perlu disesuaikan dengan profil liabilitas (liability driven investment).
Berita Terkait
-
OJK Rilis Daftar 'Whitelist' Platform Kripto Berizin untuk Keamanan Transaksi
-
OJK Sorot Modus Penipuan e-Tilang Palsu
-
Bank Modal Pas-pasan di Ujung Tanduk: Mengapa OJK Paksa KBMI I Naik Kelas atau Tutup?
-
6 Ide Usaha Sampingan di Masa Pensiun Agar Tetap Produktif dan Bahagia
-
Babak Baru Industri Kripto, DPR Ungkap Revisi UU P2SK Tegaskan Kewenangan OJK
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Harga Emas Antam Mulai Naik, Hari Ini dibanderol Rp 2,79 Juta/Gram
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar