Suara.com - PT Brantas Abipraya (Persero) ikut serta dalam Program Pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, yang dilaksanakan di Kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia, Jumat (24/6/2024). Hal ini merupakan wujud dukungan penuh BUMN ini dalam program pelatihan pemantapan tersebut.
“Kami sangat menyadari bahwa program ini sangatlah berperan untuk memajukan anak bangsa. Brantas Abipraya akan terus memperkuat strategi platform bisnis, hal ini diwujudkan dengan senantiasa bertransformasi, berinovasi dan terus melakukan perbaikan di semua lini organisasi, penguatan proses bisnis, sistem dan sumber daya manusia (SDM),” ujar Sugeng Rochadi, Direktur Utama Brantas Abipraya.
Sejalan dengan Program Pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan, Sugeng Rochadi juga meyakini hal ini dapat membawa Brantas Abipraya mampu mewujudkan operational excellence yang solid dengan penerapan nilai dan wawasan kebangsaan untuk memperkuat BUMN sebagai Ketahanan di Bidang Infrastruktur.
Sugeng menilai, menjadi salah satu BUMN Kluster Infrastruktur adalah peran penting dalam mencetak SDM unggul. Ini merupakan kontribusi penuh Brantas Abipraya dalam membangun masa depan bangsa, membina persatuan dan kesatuan bangsa di negara kesatuan Republik Indonesia.
Brantas Abipraya berkomitmen akan terus mendukung program Lemhannas ini, dengan harapan dapat membentuk Insan Abipraya yang Loyal dan Militan dengan berlandaskan nilai budaya AKHLAK. Tak hanya itu, BUMN konstruksi ini juga menaruh harapan, pelatihan pemantapan nilai kebangsaan ini dapat menyokong pemahaman nilai-nilai kebangsaan meliputi Pancasila, undang-undang negara republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, serta mempertajam dan meningkatkan kapasitas juga efektifitas kepemimpinan Insan Abipraya.
Melalui program ini, Brantas Abipraya dapat memperkuat langkah strategis dalam mempersiapkan kaderisasi Insan Abipraya sebagai pemimpin yang berpikir komprehensif, integral, holistik, integratif dan profesional; membentuk pemimpin Insan Abipraya yang memiliki watak, moral dan etika kebangsaan, negarawan, berwawasan nusantara serta mempunyai cakrawala pandang yang universal.
Pembukaan program Pelatihan Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan dipimpin langsung oleh Plt. Gubernur Lemhannas Letjen TNI Eko Margiyono, M.A.
Sebagai informasi, sebelumnya Brantas Abipraya telah melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Lemhannas RI sebagai upaya kerjasama melalui program bersama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Brantas Abipraya, Senin (29/1/2024).
Penandatanganan kerja sama ini berlangsung antara Plt. Gubernur Lemhannas RI, Laksamana Madya TNI Maman Firmansyah dan Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi.
Baca Juga: Atasi Krisis Air Bersih, Brantas Abipraya Percepat Pengerjaan SPAM di IKN
Sugeng menyambut baik kerja sama antara Brantas Abipraya dengan Lemhannas.
“Syukur alhamdulillah telah disepakati bersama kolaborasi positif dengan Lemhannas, semoga dengan adanya sinergi ini bersama Lemhannas, Brantas Abipraya dapat memberikan peran lebih di bidang transformasi SDM tak hanya di lingkungan Brantas Abipraya namun juga di lingkungan BUMN,” ujarnya.
Ditemui saat memberikan sambutan dalam pembukaan program ini, Tumpang Muhammad, Direktur SDM dan Umum Brantas Abipraya mengatakan, dengan adanya sinergi ini diharapkan juga nantinya dapat mempersiapkan kaderisasi Insan Abipraya sebagai Pemimpin yang berpikir komprehensif, integral, holistik, integratif dan profesional. Dibentuknya Insan yang unggul ini melalui kerjasama berupa pelatihan untuk BOD-1, BOD-2 dan Senior Project Manager (SPM).
Tak hanya itu, sinergi ini juga diharapkan dapat mempertajam dan meningkatkan kapasitas serta efektivitas leadership Insan Abipraya.
Ini merupakan upaya Brantas Abipraya mencetak pemimpin-pemimpin yang kuat, loyal dan militan berlandaskan budaya AKHLAK, serta memahami nilai-nilai kebangsaan meliputi Pancasila, Undang-undang Negara Republik Indonesia, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.
Program sinergi ini nantinya untuk memperkuat strategi platform bisnis. Berbagai transformasi, inovasi dan perbaikan dilakukan oleh BUMN Karya ini, salah satunya penguatan sistem sumber daya manusia yang akhirnya mampu mewujudkan operational excellence yang solid. Program ini pun diharapkan dapat memperkuat BUMN pada ketahanan di bidang infrastruktur.
Berita Terkait
-
Wujudkan Kinerja Unggul di IKN, Brantas Abipraya Jalin Sinergi dengan BUMN dan TNI AU untuk Moda Transportasi Lebaran
-
Rayakan Idul Adha, Brantas Abipraya Salurkan 208 Hewan Qurban
-
Brantas Abipraya Berperan Aktif dalam Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Karya di IKN
-
Ini Bendungan Sepaku Semoi Karya Brantas Abipraya yang Baru Saja Diresmikan Presiden Jokowi
-
Atasi Krisis Air Bersih, Brantas Abipraya Percepat Pengerjaan SPAM di IKN
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Pertamina Tegaskan Harga BBM Pertamax Cs Belum Naik pada 1 April
-
WFH ASN Daerah: Lokasi Ponsel Akan Dipantau, Wajib Respons Sebelum 5 Menit
-
Konflik Timur Tengah Paksa Pemerintah Terapkan B50 di Juli Tahun Ini
-
Rincian 8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global
-
Bahlil: RI Dapat Pasokan Minyak Baru Pengganti Timur Tengah
-
Skema MBG Diatur Ulang untuk Menghemat Rp20 Triliun di Tengah Krisis Energi
-
Usai ASN, Menaker Segera Berlakukan WFH untuk Karyawan Swasta
-
ASN Wajib WFH Sehari Mulai 1 April Besok
-
Rupiah Terus Melemah Akibat Konflik Timur Tengah, Kemenperin: Gunakan Skema LCT
-
Pemerintah Hemat Rp 260 Triliun dari Kebijakan WFH Hingga Pembatasan BBM