Suara.com - Air baku menjadi infrastruktur utama yang diperlukan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara atau IKN Nusantara, Kalimantan Timur.
Serius menunjukkan peran aktifnya dalam membangun infrastruktur di IKN, PT Brantas Abipraya (Persero) melakukan percepatan pembangunan jaringan perpipaan transmisi air minum Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku. Berlokasi di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, pembangunannya pun ditargetkan tuntas tahun ini.
“Dengan adanya SPAM Sepaku ini nantinya dapat meningkatkan kualitas penyediaan air minum bagi masyarakat. Brantas Abipraya membangun dua paket pekerjaan, diantara SPAM Sepaku Paket 1 sepanjang 5,343 km dan SPAM Sepaku Paket 2 sepanjang 10,528 km,” ujar Direktur Utama Brantas Abipraya, Sugeng Rochadi.
Ditambahkan Sugeng Rochadi, ditargetkan SPAM di IKN ini akan beroperasi pada Juli 2024 mendatang. Mengingat target operasinya dilakukan pada Juli, Brantas Abipraya berupaya melakukan percepatan pada proyek tersebut. Jaringan Perpipaan Transmisi Air Minum SPAM Sepaku berfungsi mengalirkan air minum dari lokasi IPA menuju reservoir induk kapasitas 2×6.000 m3 dengan menggunakan pipa baja diameter 1.000 mm sepanjang 15,9 km.
Dalam pembangunannya, Brantas Abipraya menerapkan sistem manajemen terintegrasi para proyek SPAM ini. Hal ini dilakukan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang konstruksi ini untuk mencegah dan mengurangi risiko kegagalan konstruksi, kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, melalui pendekatan sistem berbasis risiko; meningkatkan hubungan dengan pihak-pihak yang berkepentingan; menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman, serta ramah lingkungan sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja, pencemaran lingkungan dan akibat kerja; meningkatkan kesadaran budaya risiko bagi seluruh Insan Abipraya yang teritegrasi dengan proses bisnis perusahaan serta dapat meningkatkan reputasi Brantas Abipraya.
“Sebagai agen pembangunan, tak hanya fokus membangun SPAM, Brantas Abipraya juga membangun beberapa infrastruktur air di IKN guna memastikan ketersediaan air bersih. Kami juga membangun bendungan di Kalimantan Timur, yaitu Bendungan Sepaku Semoi, 14 embung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN dan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sepaku,” tutup Sugeng.
Berita Terkait
-
Plt Kepala Otorita Bantah Jokowi Rampas Tanah Warga di IKN, Mensesneg Pratikno: Istilah Baru yang Mengerikan
-
Tak Hanya Infrastruktur Pemerintahan, Pusat Kuliner Akan Dibangun di IKN
-
Presiden Jokowi Tandai Pembangunan PLN Hub, Pusat Ekosistem Transisi Energi dan Layanan Digital di Jantung IKN
-
Pembangunan Astra Biz Center-IKN, Sinergi Astra dan Pemerintah Bangun IKN Masa Depan
-
Jokowi Groundbreaking PLN Hub, Pusat Ekosistem Energi Hijau Terbesar di IKN
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
Terkini
-
Sasar 5 Provinsi, Program Lanskap Berkelanjutan Targetkan Konservasi Jutaan Hektare Kawasan
-
Muktamar PBNU dan Gertakan Cak Imin: Siapa yang Dianggap 'Main-main'?
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!