Suara.com - Para konsumen termasuk para pengguna kendaraan roda dua dan roda empat yang akan bepergian dari Sidangoli le Jailolo di Maluku Utara harus menempuh perjalanan sekira satu jam.
Dikutip dari kantor berita Antara, kini tersedia layanan kapal feri dari Sidangoli ke Jailolo sehingga bisa memangkas waktu perjalanan.
Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Jailolo Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara (Malut), menyatakan bahwa armada feri akan mulai melayani rute Ternate-Jailolo PP mulai 1 Juli 2024 untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
"Ada tiga kapal feri yang akan melayari Ternate- Jailolo dan setiap hari dimulai 1 Juli 2024," jelas Rosihan, Kepala KUPP Jailolo di Ternate, Kamis (27/6/2024).
Aktivitas pelayaran untuk jalur Ternate-Jailolo ini akan dilihat perkembangannya.
"Bila terjadi lonjakan penumpang, akan ditambah kapal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menggunakan jalur transportasi laut. Sehingga akan memperluas layanan kapal feri di wilayah Malut, terutama yang selama ini belum didukung dengan layanan transportasi yang memadai untuk pengangkutan penumpang dan barang," tambahnya.
Asep Suparman, Direktur Operasi dan Komersial PT Atosim Lampung Pelayaran menyatakan bahwa tiga kapal feri yang akan melayari rute Ternate-Jailolo PP setiap hari adalah:
- Mutiara Ferindo II
- Mutiara Ferindo V
- Mutiara Ferindo III
Dengan waktu keberangkatan:
- Ternate-Jailolo pukul 06.30 dan tiba 08.30 WIT
- Jailolo-Ternate pukul 18.00 dan tiba 21.00 WIT.
PT Atosim Lampung Pelayaran juga telah mengeluarkan surat bernomor SKEP-ALP/23/VI/24/DIRKOM tertanggal 25 Juni 2024 tentang Penetapan Tarif Angkutan Laut PT Atosim Lampung Pelayaran trayek Pelabuhan Ahmad Yani Ternate-Pelabuhan Jailolo Halmahera Barat PP, yaitu:
Baca Juga: Hasil Perikanan Manggarai Barat Bukukan Cuan Rp 1 M, Produk UMKM Ikut Diekspor
- dewasa per orang dikenakan tarif Rp 27.000
- bayi Rp 7.000 per orang
Kemudian untuk kendaraan:
- roda dua Rp 57.000 per unit
- mobil jenis sedan jeep Rp 379.000 per unit
- pick-up dan mobil box Rp 364.000 per unit
- truk sedang Rp 563.000 per unit
- bus besar Rp 1.014.000 per unit
- truk besar Rp 1.016.000 per unit
- tronton Rp 1.262.000 unit.
Berita Terkait
-
Mensos Gus Ipul dan Wagub Maluku Utara Koordinasi Penanganan Konflik Sosial dan Sekolah Rakyat
-
Berani Kritik Pedas Sherly Tjoanda, Siapa Nazlatan Ukhra?
-
Satgas PKH Buka Suara Soal Pertemuan Letjen Richard Tampubolon dengan Gubernur Sherly
-
Walhi Soroti Pertemuan Satgas PKH dengan Gubernur Sherly Tjoanda, Ada Apa?
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta
-
Rekening Warga Diblokir Gegara Masalah Pajak, saat Pejabat Pajak Diduga Korupsi
-
Lampaui Tahun Lalu, INABUYER 2026 Catat Potensi Transaksi Rp2,2 Triliun
-
Wall Street Justru Merosot Meski Adanya Harapan Perang AS-Iran Damai
-
AS Ganggu Gencatan Senjata dengan Iran, Harga Minyak Balik ke Level US$100
-
15 Juta Penduduk Usia Produktif Belum Punya Rekening Bank
-
Update Harga Emas Pegadaian Hari Ini: Antam Naik, UBS Justru Turun!
-
Menebak IHSG di Tengah Silang Sengkarut Geopolitik Global dan Rekor Bursa Asia
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk