Suara.com - Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengikuti acara ‘One Day Business Class: Mentoring Scaling Up Your Product’ yang diselenggarakan oleh AMANAH (Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat) di Universitas Syah Kuala, Aceh. Acara diikuti secara online dan ofline.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya AMANAH dalam memajukan sektor UMKM, yang merupakan salah satu sektor unggulan selain pertanian, peternakan, perikanan, olahraga, industri ekonomi kreatif, dan gerakan sosial. Dengan adanya kegiatan ini, AMANAH berharap UMKM di Aceh bisa terus berkembang dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik nasional maupun internasional.
Dalam talkshow yang dipandu oleh Teuku Sahreza, para pelaku UMKM mendapatkan wadah untuk mencari solusi dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas usaha mereka. Empat mentor berpengalaman di bidang wirausaha turut hadir memberikan pelatihan, yaitu Doctor of Digital Entrepreneurship Coach Faran, Enterpreneur Content Creator Deryansha, Owner Skin Mandatory Vicky Shu, dan Content Creator Monalisa.
Dalam kesempatan itu, Vicky Shu mengatakan pentingnya pelatihan pemberdayaan untuk membuka wawasan para pelaku UMKM agar produk mereka lebih dikenal konsumen. Menurutnya, pelatihan yang diberikan AMANAH sangat bermanfaat untuk mengembangkan usaha.
“Terkadang kita tidak tahu apa yang akan kita lakukan, belum mendapatkan ide, belum mendapatkan insight. Bagaimana ya caranya agar brand ini bisa naik, berkembang dan salah satu caranya adalah datang diforum-forum pelatihan seperti yang diadakan Amanah,” ungkap Vicky ditulis Kamis (4/7/2024).
Sementara Monalisa berbagi kiat agar produk UMKM terlihat menarik melalui fotografi dan videografi, serta konsistensi dalam mengenalkan produk melalui media sosial dan membangun jejaring antar UMKM.
Menurut dia, Potensi UMKM di Aceh sangat besar dan bisa terus berkembang jika para pelaku usaha semakin konsisten dalam membuat konten, belajar, dan bersosialisasi dengan UMKM lainnya. Salah satu kunci sukses di era digital adalah selalu show up; produk tidak akan dikenal jika tidak membuat konten.
"Saat ini, tidak ada penjual yang tidak membuat konten. Teman-teman UMKM bisa mempelajarinya di kelas-kelas yang diadakan oleh AMANAH. Jadi, jangan ragu untuk terus belajar dan mengikuti program-program AMANAH agar UMKM kita semakin maju dan dikenal luas," ungkapnya.
Acara semakin semarak saat Coach Faran mengajak peserta pelatihan bermain game dan menari bersama. Menurutnya, game tersebut bertujuan untuk menghilangkan rasa malu, yang merupakan salah satu cara agar produk UMKM dapat meningkatkan omzet. Ia juga menambahkan pentingnya membangun branding produk dan packaging yang masih menjadi kekurangan sebagian besar UMKM.
“Salah satu cara agar produk UMKM naik omzetnya adalah dengan menghilangkan rasa malu,” kata Faran.
Tak hanya itu, Deryansha mengapresiasi Presiden Joko Widodo yang telah membangun ekosistem kreatif di Aceh, terutama sektor UMKM, dengan program AMANAH.
“Sesuai dengan namanya, AMANAH, program ini benar-benar komitmen. Dibuat program seperti ini tujuannya agar UMKM tumbuh, berkembang, dan bisa menopang ekonomi,” imbuhnya.
Salah satu peserta, Farhaniza, menilai pelatihan yang diadakan AMANAH ini sangat relevan dengan situasi yang dihadapi UMKM, terutama dalam hal branding dan marketing.
Farhaniza merasakan bahwa pelatihan One Day Business Class yang diadakan oleh AMANAH sebenarnya terasa kurang lama karena materi-materinya sangat berbobot. Begitu mendapatkan ilmunya, ia langsung ingin mengimplementasikannya, terutama dalam hal branding dan marketing yang sangat relevan dengan bisnis skincare-nya.
Farhaniza mengajak teman-teman untuk bergabung dengan AMANAH karena program ini berbeda dengan program-program pemerintah lainnya. AMANAH benar-benar memberikan sesuatu yang bermanfaat dan dapat langsung diimplementasikan dengan hasil yang terlihat nyata. Sejak hari pertama mengikuti program AMANAH, ia langsung merasakan manfaat dan exposure-nya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
IHSG Diprediksi Menguat Hari Ini, Emas Dunia Diproyeksi Koreksi
-
Harga Emas Stabil Hari Ini, Valuasi Alternatif Antam di Bawah 3 Jutaan
-
Profil PT Darma Henwa Tbk (DEWA), Emiten Kontraktor Tambang Grup Bakrie
-
Beda Emerging Market dan Frontier MSCI, Sinyal Bahaya Bagi Pasar Modal
-
Ekonom Bongkar Biang Kerok Lemahnya Rupiah: Aturan DHE SDA Prabowo Terhambat di Bank Indonesia
-
Danantara Bakal Borong Saham, Ini Kriteria Emiten yang Diserok
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI