Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir memang sengaja menunjuk Fauzi Baadila sebagai Komisaris Independen PT Pos Indonesia (Persero). Fauzi Baadila yang memang berkecimpung di industri kreatif bisa mengawal PT Pos untuk berbisnis di industri tersebut.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, perlu ada yang mengawasi kinerja direksi PT Pos saat terjun ke industri kreatif. Sehingga, para direksi tak salah kebijakan dalam transformasi tersebut.
"Memang, ini bahan transformasi kepada urusan-urusan yang namanya kreatif, digital, dan sebagainya," ujarnya saat ditemui di Pos Bloc, Jakarta yang dikutip Selasa (25/7/2024).
Menurut dia, banyak aset-aset PT Pos yang bisa dimanfaatkan untuk industri kreatif. Dia memberi contoh beberapa aset yang telah menjadi tempat nongkrong anak muda, mulai dari Pos Bloc Jakarta hingga Pos Bloc Medan.
"Dan kalian tau nggak? Berapa banyak asetnya. PT Pos yang harus kita berdayakan dengan digabungkan dengan industri kreatif.Coba ke Medan dulu sekali, kalau lihat Pos Bloc Medan, sampai jam berapa malam. Mungkin cuma dialah tempat yang di Mal udah tutup semua, dia masih buka," ucap dia.
"Banyak banget teman-teman kreatif itu industri kreatif, dan sebagainya. Betul-betul main di situ. Dan kami butuh namanya Fauzi Baadila. Kita mau pergi ke arah mengawinkan PT Pos ini dengan Industri kreatif, gitu," sambung dia.
Sebelumnya, Artis kenamaan, Fauzi Baadilla resmi jadi komisaris independen BUMN, PT Pos Indonesia. Hal ini dipastikan usai Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sebagai pemegang saham utama PT Pos Indonesia (Persero) menyetujui perubahan dalam susunan Dewan Komisaris perusahaan.
Selain Fauzi Baadila, ada satu nama lain yang juga diangkat jadi komisaris independen, yaitu Muhammad Budi Djatmiko.
Pada saat yang sama, Guntur Iman Nofianto diberhentikan dari jabatannya efektif sejak 1 April 2024 karena masa tugasnya yang telah berakhir.
Baca Juga: Alasan Erick Thohir Tunjuk Banyak Relawan Prabowo-Gibran Jadi Komisaris BUMN
Sebagai informasi, Fauzi Baadilla adalah aktor sekaligus politisi yang tercatat pernah menjadi Koordinator Relawan Tim Prabowo Subianto.
Penetapan ini diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2023 PT Pos Indonesia (Persero) pada Kamis, 18 Juli 2024.
Tata Sugiarta, selaku Corporate Secretary and Environmental, Social and Governance PT Pos Indonesia, menyampaikan apresiasinya kepada komisaris yang baru terpilih serta berterima kasih kepada Guntur Iman Nofianto atas kontribusinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati