Suara.com - PT Hexindo Adiperkasa Tbk memperkenalkan ZAXIS-7G dengan special wrapping edition. Desain hexagon dengan balutan warna hitam dan oranye pada ekskavator hidraulik ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap kemajuan teknologi ekskavator di Indonesia, dengan berfokus pada operasional yang efisien, keselamatan, dan produk yang ramah lingkungan.
“Special wrapping yang dibalut pada ZAXIS-7G ini juga menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada setiap pelanggan setia Hexindo, yang secara konsisten terus mendukung pertumbuhan bisnis dan pemasaran produk kami. Tidak hanya itu, dengan adanya special wrapping, Hexindo bisa lebih luas lagi menjangkau kebutuhan pasar, terutama industri pertambangan di Indonesia,” ujar Direktur Penjualan Hexindo, Dwi Swasono ditulis Selasa (13/8/2024).
Special wrapping untuk ZAXIS-7G ini akan hadir pada ekskavator hidraulik di kelas 30 ton, 40 ton, dan 80 ton, yaitu ZX350H-7G, ZX490LC-7G, dan ZX890LCH-7G. Tidak hanya itu, ekskavator hidraulik special wrapping ini dihadirkan secara eksklusif oleh Hexindo dan hanya tersedia terbatas.
Hexindo tetap menekankan warna oranye di special wrapping yang merupakan bagian dari identitas warna perusahaan Hitachi Construction Machinery, Jepang yaitu Reliable Orange.
Tidak hanya itu, warna yang dipilih pada special wrapping ini melambangkan komitmen perusahaan untuk menjadi perusahaan yang ramah, dapat dipercaya serta berkemampuan untuk selalu dapat diandalkan bagi para pelanggan agar tumbuh bersama-sama.
“Meski hanya akan hadir secara eksklusif, kami memastikan bahwa ekskavator hidraulik special wrapping ini tetap membawa spesifikasi lengkap dari ZAXIS-7G. Diantaranya, konsumsi bahan bakar yang rendah, teknologi solusi ConSite Air, serta sistem Aerial Angle yang meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat digunakan,” ungkap Bapak Dwi.
Fitur terdepan yang tetap dihadirkan pada ZAXIS-7G special wrapping ini, memperkuat komitmen Hexindo untuk berkontribusi pada perkembangan bisnis di industri alat berat Indonesia. Disamping itu, Hexindo juga terus bertekad untuk hadir sebagai mitra yang dapat diandalkan bagi pelanggannya di Indonesia.
“Dengan spesifikasi yang kami bawa, unit ekskavator hidraulik ini tetap mampu meningkatkan produktivitas bisnis, menurunkan biaya operasional, serta memperhatikan keamanan dan keselamatan pengguna. Didukung lebih dari 50 kantor cabang dan proyek di seluruh Indonesia, kami juga akan terus memastikan layanan purna jual yang optimal bagi pelanggan setia Hexindo,” tutup Dwi Swasono.
Baca Juga: BRI Insurance Bayarkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp 300 Juta di Jambi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
IHSG Menghijau di Awal Perdagangan Rabu, Simak Saham yang Cuan
-
Bos OJK Dorong Perempuan Melek Keuangan Digital
-
Bos Agung Sedayu: Kami Tak Sekadar Jual Properti, tapi Bangun Kawasan Masa Depan
-
Marak Penyalahgunaan Narkoba, Pengusaha Liquid Tegaskan Vape Legal Aman
-
Harga Emas Antam Merosot Tajam, Jadi Rp 2,78 Juta/Gram
-
Kawasan Ini Catat Pertumbuhan Wisatawan Tercepat di RI
-
Kemenhub Buka Opsi Sanksi untuk Green SM, dari Teguran hingga Cabut Izin
-
IHSG Tertekan, Rp1,2 T Uang Asing Kabur: Ini Saham-saham Paling Banyak Dilego
-
Gen Z Ramai Pakai Fintech, Tapi Minim Literasi
-
Krisis Timur Tengah Alihkan Fokus AS, Dominasi Cina di Laut Cina Selatan Kian Mengancam