- Peluncuran The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 dilaksanakan Ditjen EBTKE ESDM pada 2-4 September 2026 di Jiexpo Kemayoran.
- Acara ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas sektor demi percepatan transisi energi bersih di Indonesia dan ASEAN.
- Fokus utama pembahasan mencakup percepatan investasi, pengembangan teknologi bersih, serta strategi pembiayaan energi terbarukan.
Suara.com - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama dengan pemangku kepentingan utama sektor energi bersih meluncurkan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026.
Pada penyelenggaraan tahun ini mengusung tema, Turning Ambition into Action: Accelerating Clean Energy Transition in Indonesia and ASEAN. Sesuai rencana agenda ini akan berlangsung pada pada 2-4 September 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.
The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi ruang titik temu bagi pejabat pemerintah, pelaku industri, investor, dan akademisi internasional.
Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pembangunan ekosistem energi bersih yang terukur dan inklusif.
Pada agendanya akan sejumlah narasumber mulai dari perwakilan pemerintah, perusahaan energi, hingga lembaga keuangan global. Fokus pembahasan meliputi percepatan investasi, pengembangan teknologi bersih, integrasi sistem energi kawasan, serta strategi pembiayaan inovatif untuk negara berkembang.
Direktur Jenderal (EBTKE), Eniya Listiani Dewi menyebut, potensi EBT Indonesia harus terus ditingkatkan demi keamanan energi dan penurunan emisi, termasuk pengembangan energi surya yang mencapai 3.200 gigawatt.
Dia menilai, penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx menjadi momentum untuk mensinergikan berbagai sektor dalam mempercepat transisi energi nasional melalui kerja sama teknis dan pameran hasil pengembangan EBT.
"Kami berharap penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx tahun ini dapat berlangsung lebih besar dan lebih baik, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia,” ujar Eniya di Jakarta pada Jumat (13/3/2026).
Selain pengembangan EBT, Eniya menekankan pentingnya efisiensi energi untuk menurunkan emisi.
Baca Juga: Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri
“Kita perlu memperkuat manajemen energi di berbagai sektor agar penggunaan energi lebih hemat,” ujarnya.
Dia berharap IndoEBTKE ConEx 2026 dapat mengangkat isu konservasi sebagai pilar utama transisi energi di Indonesia.
Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Zulfan Zahar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transisi energi.
Melalui IndoEBTKE ConEx 2026, METI mendorong integrasi antara pemerintah, swasta, dan mitra internasional dalam membangun ekosistem energi bersih yang berdaya saing global.
"The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang kolaborasi nyata yang mempertemukan inovasi teknologi, pembiayaan hijau, dan kebijakan progresif. Kami ingin memastikan bahwa ambisi transisi energi di kawasan benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata dan kemitraan strategis,” jelasnya.
Berita Terkait
-
Filipina Pangkas Hari Kerja Demi Efisiensi Minyak, Bahlil Justru Gercep Garap Proyek B50 dan E20
-
Bahlil Sebut Stok BBM Cuma 20 Hari, ESDM Buru-buru Redam Panic Buying: Jangan Menimbun!
-
Obral 10 Blok Migas Baru, ESDM Rayu Investor Pakai Bagi Hasil Jumbo 50 Persen
-
Antisipasi Perang, Pemerintah Mulai Impor Minyak AS dan Bangun Storage Baru
-
Indonesia Bernegosiasi untuk Loloskan Kapal Tanker Pertamina dari Selat Hormuz
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Toyota Pamerkan Land Cruiser Hybrid dan GAZOO Racing Terbaru di GIIAS 2026
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik