Bisnis / Energi
Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:15 WIB
Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama dengan pemangku kepentingan utama sektor energi bersih meluncurkan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026. [Suara.com/Yaumal]
Baca 10 detik
  • Peluncuran The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 dilaksanakan Ditjen EBTKE ESDM pada 2-4 September 2026 di Jiexpo Kemayoran.
  • Acara ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas sektor demi percepatan transisi energi bersih di Indonesia dan ASEAN.
  • Fokus utama pembahasan mencakup percepatan investasi, pengembangan teknologi bersih, serta strategi pembiayaan energi terbarukan.

Suara.com - Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama dengan pemangku kepentingan utama sektor energi bersih meluncurkan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026.

Pada penyelenggaraan tahun ini mengusung tema, Turning Ambition into Action: Accelerating Clean Energy Transition in Indonesia and ASEAN. Sesuai rencana agenda ini akan berlangsung pada pada 2-4 September 2026 di Jiexpo Kemayoran, Jakarta.

The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 akan menjadi ruang titik temu bagi pejabat pemerintah, pelaku industri, investor, dan akademisi internasional.

Pertemuan ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pembangunan ekosistem energi bersih yang terukur dan inklusif.

Pada agendanya akan sejumlah narasumber mulai dari perwakilan pemerintah, perusahaan energi, hingga lembaga keuangan global. Fokus pembahasan meliputi percepatan investasi, pengembangan teknologi bersih, integrasi sistem energi kawasan, serta strategi pembiayaan inovatif untuk negara berkembang.

Direktur Jenderal (EBTKE), Eniya Listiani Dewi menyebut, potensi EBT Indonesia harus terus ditingkatkan demi keamanan energi dan penurunan emisi, termasuk pengembangan energi surya yang mencapai 3.200 gigawatt.

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), bersama dengan pemangku kepentingan utama sektor energi bersih meluncurkan The 12th IndoEBTKE ConEx 2026. [Suara.com/Yaumal]

Dia menilai, penyelenggaraan Indo EBTKE ConEx menjadi momentum untuk mensinergikan berbagai sektor dalam mempercepat transisi energi nasional melalui kerja sama teknis dan pameran hasil pengembangan EBT.

"Kami berharap penyelenggaraan IndoEBTKE ConEx tahun ini dapat berlangsung lebih besar dan lebih baik, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan di Indonesia,” ujar Eniya di Jakarta pada Jumat (13/3/2026).

Selain pengembangan EBT, Eniya menekankan pentingnya efisiensi energi untuk menurunkan emisi.

Baca Juga: Menteri Bahlil Batasi Ekspor Batu Bara, Prioritaskan Kebutuhan dalam Negeri

“Kita perlu memperkuat manajemen energi di berbagai sektor agar penggunaan energi lebih hemat,” ujarnya.

Dia berharap IndoEBTKE ConEx 2026 dapat mengangkat isu konservasi sebagai pilar utama transisi energi di Indonesia.

Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Zulfan Zahar, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transisi energi.

Melalui IndoEBTKE ConEx 2026, METI mendorong integrasi antara pemerintah, swasta, dan mitra internasional dalam membangun ekosistem energi bersih yang berdaya saing global.

"The 12th IndoEBTKE ConEx 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang kolaborasi nyata yang mempertemukan inovasi teknologi, pembiayaan hijau, dan kebijakan progresif. Kami ingin memastikan bahwa ambisi transisi energi di kawasan benar-benar diwujudkan melalui aksi nyata dan kemitraan strategis,” jelasnya.

Load More