Suara.com - Dalam beberapa bulan kedepan, pemilihan gubernur Jakarta akan diselenggarakan. Salah satu kandidat yang dikabarkan telah lolos verifikasi ialah Dharma Pongrekun dari jalur independen atau non partai.
Keputusan ini diumumkan resmi oleh KPU Jakarta pada Kamis 15 Agustus 2024.
"Pak Dharma Pongrekun dan Kun Wardana memenuhi syarat sebagai bakal calon pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk 27 November mendatang," kata Ketua KPU Jakarta, Wahyu Dinata di Jakarta, ditulis Jumat (16/8/2024).
Adapun Dharma Pongrekun sendiri merupakan pensiunan jenderal polisi bintang tiga. Sebelum ia pensiun, ia menjabat Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri
Di instansi lain, ia juga pernah menempati posisi Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri.
Lantas, berapa kekayaan yang ia miliki?
Melansir dari laman Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), terakhir kali Dharma Pongrekun melaporkan harta kekayaannya pada 30 Maret 2021.
LHKPN itu disampaikannya saat masih menjadi Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara.
Berdasarkan LHKPN tersebut, ia tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp9,3 miliar dengan rincian sebagai berikut.
Tanah dan Bangunan (Rp9.280.245.000)
- Tanah dan bangunan seluas 400 m2/150 m2 di Kab./Kota Jakarta Selatan, hibah dengan akta seharga Rp3.598.000.000
- Tanah seluas 180 m2 di Kab./Kota Jakarta Selatan, hasil sendiri seharga Rp1.401.900.000
- Tanah seluas 64 m2 di Kab./Kota Jakarta Selatan, hibah dengan akta seharga Rp490.120.000
- Tanah Seluas 495 m2 di Kab./Kota Jakarta Selatan, hibah dengan akta seharga Rp3.790.225.000
Alat Transportasi dan Mesin (Rp15.500.000)
- Motor Honda BEAT Tahun 2014, hasil sendiri seharga Rp6.000.000
- Motor Honda CB150 Tahun 2016, hasil sendiri Rp9.500.000
Kas dan Setara Kas (Rp50.000.000)
Ia diketahui tidak memiliki mobil, surat berharga, dan harta bergerak lainnya. Maka jika dijumlahkan, total harta kekayaan milik Dharma Pongrekun sebesar Rp9.345.745.000.
Berita Terkait
-
Geger Pencatutan KTP Warga, KPU Tunggu Rekomendasi Bawaslu untuk Tentukan Nasib Dharma-Kun di Jakarta
-
KPU Benarkan NIK Anak Anies Dicatut, Tapi Minta Tanya Langsung ke Dharma-Kun Dapat Data dari Mana
-
Keanehan Dokumen Pendaftaran Dharma-Kun Maju Pilkada Jakarta: NIK Double hingga Warga Meninggal Dicatut
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Industri AI Perbankan Kian Diminati, 96 Persen Perusahaan Siap Beri Gaji Lebih Tinggi
-
Emiten DSFI Akui Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang Jadi Naik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
BPKH Diminta Tak Jadi 'Kasir' Kementerian, DPR Dorong Dana Haji Dikelola Lebih Mandiri
-
Bulog Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan di Puncak Penas XVII 2026
-
Delapan Dekade Bertransformasi, BNI Memperluas Dampak Lewat Inovasi dan Digitalisasi
-
Pasar Aplikasi Rp 2.700 Triliun Diburu TikTok
-
DPR Apresiasi Dian Siswarini karena Dividen PT Telkom Jadi yang Tertinggi
-
Komisi Ojol Turun Jadi 8 Persen, Suara Pengguna: Tarif Jangan Naik!
-
Siap-siap IPO, BEI Anggap RANS Entertainment Lolos dari Free Float